Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Fleet Management on Operational Performance through Operational Efficiency in Indonesian Transportation Companies Fajar Akbar Islamic; Bayu Riyadi Widhiyanto; Grace Vita Vidyani; Betty Nila Purnamasari; Setyasnomo Setyasnomo
Sanskara Manajemen Dan Bisnis Vol. 4 No. 03 (2026): Sanskara Manajemen dan Bisnis (SMB)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/smb.v4i03.958

Abstract

This study examines the effect of Fleet Management on Operational Performance through Operational Efficiency in Indonesian transportation companies. A quantitative explanatory research design was employed using primary data collected from 100 respondents directly involved in fleet and transportation operations, including operational managers, fleet supervisors, dispatch officers, maintenance personnel, and drivers. Data were collected through a structured questionnaire using a five-point Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares with SmartPLS version 3. The results show that Fleet Management has a positive and significant effect on Operational Efficiency. Fleet Management also has a positive and significant direct effect on Operational Performance, with a coefficient of 0.291, a t-value of 3.241, and a p-value of 0.001. Furthermore, Operational Efficiency significantly affects Operational Performance. The indirect effect of Fleet Management on Operational Performance through Operational Efficiency is also significant. The Variance Accounted For value of 56.89% indicates partial mediation. These findings demonstrate that effective fleet management practices, including preventive maintenance, route optimization, fuel monitoring, vehicle utilization, and real-time fleet supervision, improve operational performance both directly and through enhanced operational efficiency. The study highlights the importance of integrated and technology-based fleet management systems in supporting cost control, service reliability, productivity, and sustainable competitiveness in Indonesian transportation companies.
OPTIMALISASI MANAJEMEN TRANSPORTASI BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK MENGURANGI KEMACETAN DI KAWASAN PENDIDIKAN Grace Vita Vidyani; Bayu Riyadi Widhiyanto; Setyasnomo Setyasnomo; Fajar Akbar Islamic; Betty Nila Purnamasari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61532

Abstract

Kemacetan di kawasan pendidikan menjadi permasalahan yang berdampak pada kelancaran mobilitas, keselamatan pengguna jalan, serta kenyamanan lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen transportasi berbasis partisipasi masyarakat dalam upaya mengurangi kemacetan di kawasan pendidikan melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Community Development dengan melibatkan warga sekitar, orang tua peserta didik, pihak sekolah, komite sekolah, dan pemerintah setempat. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi lapangan, penyuluhan, sosialisasi keselamatan berlalu lintas, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), simulasi pengaturan lalu lintas, serta pendampingan penyusunan rekomendasi pengelolaan transportasi. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan diskusi evaluatif untuk mengukur tingkat partisipasi, peningkatan pengetahuan, perubahan sikap, serta komitmen masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya manajemen transportasi, keselamatan berlalu lintas, penggunaan moda transportasi yang lebih efisien, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat juga mendorong terbentuknya komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan transportasi yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan partisipatif terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan sistem transportasi kawasan pendidikan yang mampu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan publik.