Perkembangan media sosial telah mengubah pola konsumsi masyarakat, khususnya pada mahasiswa Generasi Z yang aktif mengikuti berbagai tren fashion. Selain media sosial, fenomena Fear of Missing Out (FoMO) juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong munculnya perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh FoMO dan media sosial terhadap perilaku konsumtif fashion mahasiswa Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Generasi Z. Data dianalisis menggunakan metode Patrial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan nilai koefisien sebesar 0,582, t-stastic sebesar 7,630, dan p-value sebesar 0,000. Media sosial juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan nilai koefisien sebesar 0,206, t-stastic sebesar 2,209 dan p-value sebesar 0,012. Nilai R-square sebesar 0,659 menunjukkan bahwa FoMO dan media sosial mampu menjelaskan 65,9% variasi perilaku konsumtif mahasiswa Generasi Z. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa FoMO dan media sosial berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif fashion mahasiswa Generasi Z, dengan FoMO sebagai variabel yang memberikan pengaruh lebih besar. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi mahasiswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mengambil keputusan pembelian berdasarkan kebutuhan bukan sekedar mengikuti tren.