Syaifulloh, Ilham Hanif
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sejarah Perkembangan Anime Jepang dan Pengaruhnya terhadap Budaya Populer di Indonesia Tahun 1999-2008 Syaifulloh, Ilham Hanif; Musadad, Akhmad Arif
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3363

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah perkembangan anime Jepang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap budaya populer pada periode 1999-2008. Rumusan masalah penelitian ini meliputi latar belakang masuknya anime Jepang ke Indonesia, peran komunitas dalam penyebaran, serta perkembangan dan pengaruhnya terhadap budaya populer Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan secara historis perkembangan anime Jepang, mengisi kekosongan kajian sejarah budaya populer Jepang, serta menganalisis dampaknya terhadap budaya populer di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode historis dengan empat tahap utama, yakni: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber yang digunakan meliputi koran, majalah, arsip penyiaran, serta jurnal dan buku yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya anime tidak terlepas dari faktor globalisasi, diplomasi budaya Jepang (Cool Japan), dan peran media massa. Komunitas seperti Animindo, IndoAnime, serta berbagai klub kampus berperan aktif dalam menyebarkan anime melalui acara tatap muka dan forum daring. Periode 1999-2008 menjadi puncak perkembangan anime di Indonesia, ditandai dengan hadirnya majalah Animonster, dominasi tayangan anime di televisi swasta, serta pengaruh nyata dalam gaya hidup (cosplay), industri hiburan (merchandise dan manga), serta akulturasi budaya melalui partisipasi animator lokal. Meskipun pada 2008 anime mendapat teguran dari KPI, periode ini tetap menjadi fondasi penting bagi budaya populer Jepang di Indonesia.