Cecep Andri Arianto
STKIP Modern Ngawi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMBANGUN LITERASI AKTIVITAS FISIK SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI EDUKASI DAN PRAKTIK OLAHRAGA TRADISIONAL DI SDN 1 PLOSO LOR I Made Dwi Sastra Wargama; Anandhita Esa Wahyu Aurellia; Fatimah Azzahro Khoirunnisa; Wawan Setiawan; Cecep Andri Arianto; Syamsudin Syamsudin
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.258

Abstract

Perkembangan teknologi digital memicu tingginya fenomena sedentary behavior dan mengancam kepunahan warisan budaya kearifan lokal pada anak usia sekolah dasar di pedesaan. Berdasarkan observasi awal di SDN 1 Ploso Lor, ditemukan fakta bahwa mayoritas peserta didik belum mengetahui eksistensi maupun cara memainkan olahraga tradisional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun literasi aktivitas fisik siswa sekaligus merevitalisasi budaya lokal melalui edukasi dan praktik langsung olahraga tradisional. Metode pelaksanaan program ini dirancang secara sistematis dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan linier yang meliputi pemetaan situasi awal, edukasi klasikal interaktif, serta praktik lapangan terfokus. Khalayak sasaran yang dilibatkan mencakup total 85 peserta didik yang tersebar dari kelas 2 hingga kelas 6. Evaluasi ketercapaian program diukur melalui alat pengamatan terstruktur dan penilaian perilaku komunal. Hasil intervensi kualitatif menunjukkan adanya transformasi sikap khalayak sasaran yang diindikasikan oleh tingginya antusiasme kognitif siswa, menguatnya nilai sportivitas, pudarnya ego individu, serta terstimulasinya koordinasi gerak motorik kasar anak melalui skema fun game lari balok dan dagongan. Keterbatasan alokasi waktu kurikuler sekolah dapat disiasati secara efisien melalui manajemen perlombaan rekreasi kelompok yang padat durasi. Kesimpulan dari program pengabdian ini membuktikan bahwa hilirisasi aktivitas fisik berbasis kearifan lokal sangat penting untuk melestarikan identitas kearifan budaya daerah secara mandiri sekaligus menjadi sarana alternatif yang inklusif untuk menjaga kebugaran jasmani serta mereduksi kejenuhan akademik siswa sekolah dasar di lingkungan pedesaan.