Sihah Annisa Rahma
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT INKLUSIF MELALUI EDUKASI BATASAN TUBUH UNTUK PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL DI SD NEGERI 2 TLOGORANDU Sihah Annisa Rahma; Hannum Ramadhina Azzahra; Andriyani Puspitasari; Aprilya Rohana Nur Aini; Ika Sulistyarini
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.265

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan permasalahan yang memerlukan perhatian serius karena berdampak pada perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. Rendahnya pemahaman anak mengenai batasan tubuh (body boundaries) menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kekerasan seksual. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang batasan tubuh, hak atas tubuh, serta cara melindungi diri dari tindakan kekerasan seksual melalui edukasi body boundaries di SD Negeri 2 Tlogorandu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman siswa mengenai bagian tubuh pribadi, perbedaan sentuhan aman (safe touch) dan sentuhan tidak aman (unsafe touch), serta langkah yang harus dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi body boundaries mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga batasan tubuh, mengenali bentuk sentuhan yang tidak aman, serta keberanian untuk melapor kepada orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan ini juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan mendukung perlindungan anak. Dengan demikian, edukasi body boundaries merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis inklusivitas yang efektif sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak di lingkungan sekolah.