Fatkhul hidayah
Universitas Islam Negeri KIAI Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PADA PT PLN (PERSERO) UP3 BONDOWOSO Fatkhul hidayah; Akbarus Shiddiq Hibatullah; Nimas Malika Iliyin; Nabila Ayu Fatma; Aprilya Fitriani
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 6 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i6.10464

Abstract

Abstrak. Pengelolaan sumber daya manusia telah menjadi faktor penentu keberhasilan organisasi, khususnya bagi perusahaan BUMN yang beroperasi di sektor industri berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pelatihan dan pengembangan SDM di PT PLN (Persero) UP3 Bondowoso, dengan fokus pada penerapan metode On the Job Training (OJT) dan Off the Job Training. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama Manajer PT PLN (Persero) UP3 Bondowoso, didukung oleh observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT PLN (Persero) UP3 Bondowoso menerapkan sistem diklat terstruktur yang mencakup Diklat Prajabatan, pelatihan teknis (core skill), pelatihan non-teknis (soft skill), serta sertifikasi profesi. OJT diimplementasikan melalui coaching langsung oleh supervisor, rotasi jabatan, dan demonstrasi alat di lapangan, sementara Off the Job Training dilaksanakan di pusat pelatihan eksternal seperti Udiklat Pandaan dan Semarang. Efektivitas pelatihan dievaluasi melalui penilaian kinerja pasca-diklat, dengan capaian berupa berkurangnya kesalahan teknis dan terjaganya keandalan sistem kelistrikan di wilayah Bondowoso. Temuan ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang mengonfirmasi bahwa diversifikasi metode pelatihan secara signifikan mempercepat pengembangan kompetensi pegawai dan memperkuat kinerja organisasi. Namun demikian, ketidakmerataan akses pelatihan dan kurangnya pendampingan intensif pasca-diklat masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian strategis.