Abstrak Pendidikan pra-nikah merupakan instrumen penting dalam mempersiapkan calon suami dan istri membangun keluarga yang berkualitas. Selain diselenggarakan melalui lembaga formal, pendidikan pra-nikah juga hidup dalam tradisi lokal, salah satunya kaghombo dalam rangkaian karia masyarakat Muna. Namun, kajian yang mengintegrasikan nilai-nilai kaghombo dengan konsep keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam QS. al-Rūm [30]:21 melalui perspektif 'urf ṣaḥīḥ masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan dalam kaghombo, mengkaji korespondensinya dengan QS. al-Rūm [30]:21, serta merevitalisasinya sebagai model pendidikan keluarga berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan tafsir-kultural. Data diperoleh dari al-Qur'an, khususnya QS. al-Rūm [30]:21, Tafsir al-Mishbah, Tafsir al-Munīr, serta berbagai literatur ilmiah mengenai kaghombo, pendidikan pra-nikah, 'urf ṣaḥīḥ, dan maqāṣid al-syarī'ah. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui analisis tafsir, analisis kultural, analisis korespondensi nilai (value correspondence), dan analisis kritis-normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaghombo merupakan mekanisme pendidikan pra-nikah berbasis kearifan lokal yang menginternalisasikan nilai pengendalian diri, tanggung jawab, penghormatan, penyucian diri, dan kesiapan membangun keluarga. Nilai-nilai tersebut berkorespondensi dengan konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam QS. al-Rūm [30]:21 serta memenuhi karakteristik 'urf ṣaḥīḥ, meskipun beberapa aspek memerlukan reinterpretasi agar selaras dengan prinsip keadilan dan kesalingan dalam relasi keluarga. Penelitian ini menawarkan model pendidikan keluarga relasional berbasis 'urf ṣaḥīḥ sebagai integrasi antara tafsir al-Qur'an, kearifan lokal, dan maqāṣid al-syarī'ah dalam pengembangan pendidikan keluarga Muslim yang kontekstual dan berorientasi pada kemaslahatan.