p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AgroGreen
Zairin Zairin
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine Max (L.) Merill) Terhadap Dosis Dari Berbagai Bahan Bokashi pada Tanah Ultisol Lussanty Simamora; Zairin Zairin; Dewi Erika Adriani
AgroGreen Jurnal AgroGreen, Vol. 2, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrogreen.vi0.3304

Abstract

Salah satu jenis kacang-kacangan yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah kedelai karena mengandung protein yang tinggi. Produksi kedelai di Kalimantan Selatan masih rendah dan berfluktuasi dari tahun ke tahun sehingga produksi kedelai belum dapat dipenuhi atau masih mengimpor. Luas lahan kering di Kalimantan Selatan ialah 1.256. 648 ha yang didominasi oleh tanah Ultisol dan merupakan solusi untuk areal tanam kedelai meskipun ada kendala yang dihadapi seperti tanah yang kesuburannya rendah, karena bahan organiknya juga rendah, pH yang masam serta peka terhadap erosi tanah, untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan dengan pemberian pupuk organik yang menjadi sumber ketersediaan unsur hara dan memperbaiki sifat fisik tanah di antaranya bokashi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil kedelai terhadap dosis dari berbagai bahan bokashi pada tanah Ultisol. Penelitian ini berlangsung pada bulan November 2018 sampai April 2019 di Jalan UNLAM II Banjarbaru Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial Tersarang. Faktor pertama bahan bokashi (B) yaitu b0 = bokashi pupuk kandang ayam, b1 = bokashi kirinyu, b2 = bokashi gamal, b3 bokashi mukuna dan faktor kedua adalah dosis bokashi yang tersarang dalam berbagai bahan bokashi (T) yaitu : t0 = 5 t ha-1, t1 = 10 t ha-1 dan t2 = 15 t ha-1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah daun memberikan respon yang berbeda-beda terhadap dosis dari berbagai bahan bokashi, dimana dosis yang terbaik adalah 15 t ha-1 dan jumlah polong hampa memberikan respon yang berbeda terhadap bahan bokashi, dimana bahan bokashi yang terbaik ialah bokashi kirinyu.
Pengaruh Jenis Dan Dosis Pupuk Organik Enceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Sawi (Brassica Juncea L) Agus Salim; Zairin Zairin; Nofia Hardarani
AgroGreen Jurnal AgroGreen, Vol. 2, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrogreen.vi0.3447

Abstract

Hasil sawi belum mencukupi kebutuhan dan permintaan masyarakat karena areal pertanaman semakin sempit dan produktivitas tanaman sawi masih relatif rendah,. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis dalam jenis pupuk organik eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Dan memperoleh dosis dalam jenis pupuk organik eceng gondok yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam dengan model linear aditif untuk RAL dua faktor pola tersarang. Dengan hasil yaitu Dosis dalam jenis pupuk organik eceng gondok memberikan pengaruh nyata dan Dosis 20 t ha-1 dalam kompos eceng gondok memberikan hasil yang terbaik pada variabel tinggi tanaman sebesar 39,47 cm, luas daun sebesar 481 cm2, berat basah dengan akar seberat 102,58 g, berat basah tanpa akar seberat 98,41 g, berat kering dengan akar seberat 31,86 g dan berat kering tanpa akar seberat 30,69 g. Pada jumlah daun perlakuan dosis 20 t ha-1 dalam bokashi eceng gondok memberikan hasil yang terbaik sebanyak 13,67 helai.