Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hasil Six Sigma dan Total Error Pada Pemeriksaan Elektrolit Di Laboratorium Rumah Sakit X Dewi Hartati; Nurhidayanti; Anggun Yulia Sari
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Medical Laboratory Technology Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v15i1.5659

Abstract

Pemeriksaan elektrolit berperan penting dalam mendukung diagnosis, terapi, dan pemantauan kondisi pasien. Untuk memastikan hasil pemeriksaan elektrolit yang akurat dan presisi diperlukan  evaluasi mutu analitik, yaitu menggunakan metode Six Sigma dan Total Error (TE). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja analitik pemeriksaan elektrolit natrium (Na⁺), kalium (K⁺), dan klorida (Cl⁻) menggunakan metode Six Sigma dan Total Error di Laboratorium RS X. Jenis penelitian ini observasional deskriptif retrospektif. Penelitian ini menggunakan data Internal Quality Control (IQC) pemeriksaan elektrolit selama periode Februari 2026. Data diperoleh dari pemeriksaan bahan kontrol elektrolit menggunakan alat electrolyte analyzer. Analisis data meliputi perhitungan mean, standar deviasi (SD), koefisien variasi (CV%), bias, recovery, Total Error (TE), dan nilai Six Sigma. Hasil penelitian menunjukkan nilai sigma untuk natrium, kalium, dan klorida masing-masing sebesar 1,91σ; 0,28σ; dan 1,22σ. Nilai Total Error yang diperoleh berturut-turut sebesar 8,63%, 56,85%, dan 13,34%. Parameter natrium masih berada di bawah batas Total Allowable Error (TEa) sebesar 10%, sedangkan kalium dan klorida melebihi batas TEa yang ditetapkan. Nilai CV tertinggi ditemukan pada kalium (34,16%), menunjukkan presisi yang rendah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kinerja analitik pemeriksaan elektrolit memiliki nilai sigma <3. Diperlukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap sistem pengendalian mutu untuk meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan laboratorium.
Perbedaan Nilai Glukosa Pada Tabung Serum Clot dan Tabung Clot Gel Setelah Ditunda Selama 6 Jam Ayu Lestari; Denny Juraijin; Aristoteles; Nurhidayanti
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 4 No 2 (2026): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jhast.v4i2.109

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia. Delays in blood sample processing can induce glycolysis, leading to decreased serum glucose concentration; thus, the choice of blood collection tube is critical. Objective: To determine the difference in serum glucose levels between Clot Activator Tubes and Serum Separator Tubes (SST) after a 6-hour storage delay. Methods: This quasi-experimental study was conducted at RS Bunda Palembang from June 12 to 19, 2025. A total of 42 specimens were selected using purposive sampling. Glucose levels were evaluated immediately and compared with those measured after a 6-hour delay across both tube types. Results: The mean glucose level tested immediately was 202.04 mg/dL. Following a 6-hour delay, the mean glucose level dropped to 182.50 mg/dL in Clot Activator Tubes and 190.16 mg/dL in SSTs. Statistical analysis revealed a significant difference in glucose stability between the two tube types (p < 0.001). Conclusion: There is a significant difference in serum glucose levels between Clot Activator Tubes and Serum Separator Tubes after a 6-hour delay, with SSTs demonstrating superior performance in minimizing glucose degradation.