Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai integrasi teori kepemimpinan path-goal dan pengawasan pemerintahan dalam mewujudkan sistem merit pada proses rekrutmen serta seleksi Aparatur Sipil Negara di Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara Bandung. Proses rekrutmen konvensional yang permisif terhadap praktik primordial menuntut adanya transformasi fundamental dalam manajemen sumber daya manusia aparatur demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur serta studi dokumentasi, lalu dianalisis memakai model analisis interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gaya kepemimpinan path-goal yang sangat adaptif—baik bersifat direktif, suportif, partisipatif, maupun berorientasi pada prestasi—terbukti efektif memperjelas jalur tugas staf dan mengeliminasi berbagai hambatan operasional di lapangan. Selain itu, ketatnya mekanisme pengawasan pemerintahan, yang memadukan peran pengawasan internal APIP serta pengawasan eksternal oleh Ombudsman, terbukti ampuh memitigasi risiko intervensi politik lokal dan praktik patronase. Integrasi kedua aspek krusial ini berhasil membentengi objektivitas teknologi Computer Assisted Test (CAT) guna memastikan seleksi berjalan secara transparan, bersih, akuntabel, serta bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme.