Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PADA AKUN @SHELLA DAN LULU DALAM MEMBANGUN KETERLIBATAN AUDIENS PADA PLATFORM TIKTOK Muhammad Zahran Ridwan Fauzi; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi akun TikTok @shelladanlulu dalam membangun keterlibatan audiens pada platform TikTok. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial sebagai media komunikasi digital yang bersifat interaktif, khususnya TikTok sebagai platform berbasis konten video pendek yang memungkinkan terjadinya interaksi antara kreator dan audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan lima informan yang merupakan mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Program Studi Komunikasi Digital dan Media yang juga merupakan pengikut aktif akun tersebut, serta dokumentasi konten dan sumber media. Analisis data menggunakan teori strategi komunikasi Anwar Arifin yang meliputi empat dimensi, yaitu mengenal khalayak, menyusun pesan, menetapkan metode, serta seleksi dan penggunaan media, serta konsep audience engagement yang mencakup konsumsi, partisipasi, dan kontribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi akun @shelladanlulu dibangun melalui pemahaman terhadap karakteristik audiens, penyusunan pesan yang unik dan konsisten dengan konsep “horang kaya”, penggunaan metode komunikasi berbasis humor dan storytelling, serta pemanfaatan platform TikTok sebagai media distribusi konten. Strategi tersebut efektif dalam membangun keterlibatan audiens yang ditunjukkan melalui tingginya views, likes, komentar, dan aktivitas berbagi konten, serta diperkuat oleh hasil wawancara yang menunjukkan bahwa audiens terlibat karena konten dianggap menghibur, unik, dan relatable.