Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN LOGISTIK KESEHATAN DI KLINIK SEHAT WAHIDA KOTA MEDAN BERDASARKAN SIKLUS MANAJEMEN LOGISTIK Meillah Salsabilla; Muthia Riswani Nasution; Az-Zahra Sabrina Nasution; Jihan Nabila Ritonga; Mutiara Siddik; Rapotan Hasibuan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.60468

Abstract

Manajemen logistik kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan karena berperan dalam menjamin ketersediaan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang dibutuhkan untuk mendukung pelayanan yang efektif dan efisien. Pengelolaan logistik yang baik tidak hanya menjaga kontinuitas pelayanan, tetapi juga mendukung keselamatan pasien, efisiensi penggunaan sumber daya, dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan logistik kesehatan di Klinik Sehat Wahida Kota Medan berdasarkan siklus manajemen logistik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap apoteker dan asisten apoteker yang terlibat dalam pengelolaan logistik kesehatan. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pelaksanaan setiap tahapan siklus manajemen logistik yang meliputi perencanaan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan, distribusi, penghapusan dan pemusnahan, pencatatan dan pelaporan, serta monitoring dan evaluasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan logistik kesehatan di Klinik Sehat Wahida telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan prinsip manajemen logistik kesehatan. Perencanaan kebutuhan logistik dilakukan secara rutin menggunakan metode konsumsi dengan buffer stock sekitar 20% sebagai stok pengaman. Penganggaran bersumber dari APBN dan dana operasional klinik, sedangkan pengadaan dilakukan melalui Pedagang Besar Farmasi (PBF) sesuai kebutuhan pelayanan. Penyimpanan menerapkan metode FIFO dan FEFO untuk menjaga mutu serta mengurangi risiko kedaluwarsa obat. Distribusi dilakukan berdasarkan permintaan unit pelayanan. Selama periode penelitian tidak ditemukan kegiatan penghapusan maupun pemusnahan logistik karena tidak terdapat obat rusak atau kedaluwarsa. Pencatatan, pelaporan, monitoring, dan evaluasi dilaksanakan secara rutin untuk mendukung efektivitas pengelolaan logistik.Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan logistik kesehatan di Klinik Sehat Wahida telah berjalan secara sistematis, efektif, dan efisien sehingga mampu mendukung ketersediaan logistik serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM MANAJEMEN STRATEGIK KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN: LITERATURE REVIEW Sri Hajijah Purba; Meillah Salsabilla; Muthia Riswani Nasution; Widia Lestari; Azzahra Sabrina Nasution; Herlia Nur laspita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62332

Abstract

Transformasi digital dalam sektor kesehatan mendorong organisasi kesehatan untuk beroperasi lebih efisien dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi digital dalam manajemen strategik kesehatan kaitannya dengan peningkatan kualitas pelayanan menggunakan metode literature review melalui basis data Google Scholar, Portal Garuda, SINTA, dan PubMed, mencakup 15 artikel tahun 2019–2025. Hasil menunjukkan bahwa penerapan SIMRS, rekam medis elektronik, dan telemedicine terbukti meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pasien, namun masih terkendala keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta isu keamanan data. Diperlukan penguatan infrastruktur, pelatihan SDM, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung transformasi digital kesehatan yang berkelanjutan.