Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Masyarakat terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas X Berdasarkan Dimensi SERVQUAL Salianto; Alya Najwa; Fazri Khoirunnisa Purba; Fitri Annisa; Mutiara Siddik; Nabilla Suci Ramadhani; Rintan Arzeti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8717

Abstract

Persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam mengevaluasi mutu layanan puskesmas karena dapat memengaruhi tingkat kepuasan dan pemanfaatan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas X berdasarkan dimensi SERVQUAL yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik accidental sampling terhadap 35 pasien yang telah memperoleh pelayanan kesehatan di Puskesmas X. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata persepsi, harapan, kesenjangan (gap), dan kualitas pelayanan (Q). Hasil penelitian menunjukkan seluruh dimensi SERVQUAL memiliki nilai gap negatif dan nilai kualitas pelayanan (Q)<1, dengan dimensi assurance memiliki kualitas pelayanan tertinggi sebesar 96%, diikuti responsiveness sebesar 89%, tangible sebesar 81%, reliability sebesar 79%, dan empathy sebesar 73%. Secara keseluruhan, kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas X memenuhi 83,6% harapan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan aspek empathy diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas X.
ANALISIS PENGELOLAAN LOGISTIK KESEHATAN DI KLINIK SEHAT WAHIDA KOTA MEDAN BERDASARKAN SIKLUS MANAJEMEN LOGISTIK Meillah Salsabilla; Muthia Riswani Nasution; Az-Zahra Sabrina Nasution; Jihan Nabila Ritonga; Mutiara Siddik; Rapotan Hasibuan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.60468

Abstract

Manajemen logistik kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan karena berperan dalam menjamin ketersediaan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang dibutuhkan untuk mendukung pelayanan yang efektif dan efisien. Pengelolaan logistik yang baik tidak hanya menjaga kontinuitas pelayanan, tetapi juga mendukung keselamatan pasien, efisiensi penggunaan sumber daya, dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan logistik kesehatan di Klinik Sehat Wahida Kota Medan berdasarkan siklus manajemen logistik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap apoteker dan asisten apoteker yang terlibat dalam pengelolaan logistik kesehatan. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pelaksanaan setiap tahapan siklus manajemen logistik yang meliputi perencanaan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan, distribusi, penghapusan dan pemusnahan, pencatatan dan pelaporan, serta monitoring dan evaluasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan logistik kesehatan di Klinik Sehat Wahida telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan prinsip manajemen logistik kesehatan. Perencanaan kebutuhan logistik dilakukan secara rutin menggunakan metode konsumsi dengan buffer stock sekitar 20% sebagai stok pengaman. Penganggaran bersumber dari APBN dan dana operasional klinik, sedangkan pengadaan dilakukan melalui Pedagang Besar Farmasi (PBF) sesuai kebutuhan pelayanan. Penyimpanan menerapkan metode FIFO dan FEFO untuk menjaga mutu serta mengurangi risiko kedaluwarsa obat. Distribusi dilakukan berdasarkan permintaan unit pelayanan. Selama periode penelitian tidak ditemukan kegiatan penghapusan maupun pemusnahan logistik karena tidak terdapat obat rusak atau kedaluwarsa. Pencatatan, pelaporan, monitoring, dan evaluasi dilaksanakan secara rutin untuk mendukung efektivitas pengelolaan logistik.Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan logistik kesehatan di Klinik Sehat Wahida telah berjalan secara sistematis, efektif, dan efisien sehingga mampu mendukung ketersediaan logistik serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.