Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara perusahaan mengelola proses bisnisnya, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia. Pada praktiknya, CV. Saiku Putra Express sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman dan logistik masih menetapkan karyawan teladan melalui penilaian manual yang sangat bergantung pada pertimbangan pimpinan. Cara ini kerap menimbulkan perbedaan standar penilaian, membuka peluang terjadinya kesalahan perhitungan, serta memunculkan anggapan kurangnya keterbukaan dalam proses seleksi. Dampaknya tidak hanya pada hasil keputusan, tetapi juga pada semangat kerja karyawan. Penelitian ini merancang sebuah sistem pendukung keputusan (SPK) yang dapat digunakan dalam proses pemilihan karyawan teladan secara lebih terukur. Metode Simple Additive Weighting (SAW) dipilih karena memungkinkan setiap kriteria diberi bobot sesuai tingkat kepentingannya, kemudian diolah menjadi nilai akhir dan peringkat karyawan secara sistematis. Penelitian ini memfokuskan penilaian pada aspek kedisiplinan, kejujuran, kehadiran, masa kerja, kerja sama tim, dan pelayanan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa sistem mampu mengelola data karyawan sekaligus melakukan proses perhitungan nilai secara otomatis dan terstruktur. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan tidak lagi semata-mata bertumpu pada penilaian subjektif, melainkan pada perhitungan yang dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan. Penerapan sistem ini diharapkan dapat membantu manajemen dalam menetapkan karyawan teladan secara lebih adil, sekaligus mendorong peningkatan motivasi dan kinerja karyawan.