p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sehat Masada
Mira Meliyanti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DISKUSI KELOMPOK FOKUS YANG DIPIMPIN TEMAN SEBAYA MELALUI PIK-R UNTUK MENCEGAH TRIAD KRR REMAJA DI LINGKUNGAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Mira Meliyanti; Sintya Wulansari; Naya Oktaviani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.583

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang meliputi perilaku seksualitas berisiko, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan Napza. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat terkait kesehatan reproduksi menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya TRIAD KRR, khususnya pada remaja usia sekolah menengah pertama. Oleh karena itu, diperlukan metode edukasi yang efektif, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik remaja. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Diskusi Kelompok Terarah (DKT) sebagai metode pencegahan TRIAD KRR dengan melibatkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai teman sebaya di SMP Global Nusantara. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah remaja SMP Global Nusantara yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui Diskusi Kelompok Terarah yang difasilitasi oleh pendidik sebaya dari PIK-R. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada rata-rata skor pengetahuan dan sikap remaja setelah diberikan intervensi Diskusi Kelompok Terarah. Uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang menandakan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test baik pada variabel pengetahuan maupun sikap. Kesimpulan: Diskusi Kelompok Terarah dengan melibatkan PIK-R sebagai teman sebaya terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan TRIAD KRR. Metode ini dapat direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif yang aplikatif dan berkelanjutan dalam program kesehatan reproduksi remaja di lingkungan sekolah.
PELVIC ROCKING SEBAGAI INTERVENSI NONFARMAKOLOGIS DALAM MEMPERCEPAT KEMAJUAN PERSALINAN KALA I Ira Kartika; Mira Meliyanti; Dita Depiyanti
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.590

Abstract

Latar Belakang: Aromaterapi dalam persalinan dipercaya sebagai terapi komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri. Aromaterapi dapat memengaruhi sistem limbik di otak (pusat emosi) dan merangsang pelepasan endorfin serta enkefalin yang bersifat analgesik, serta serotonin yang membantu mengurangi kecemasan dan ketegangan. Tujuan: Mengetahui pengaruh aromaterapi peppermint terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di TPMB “S” Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest–posttest. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 30 ibu bersalin kala I fase aktif. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Wilcoxon untuk menilai pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap nyeri persalinan. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri berat sebanyak 25 orang (83,3%) dan nyeri sedang sebanyak 5 orang (16,7%). Setelah intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri sedang sebanyak 22 orang (73,3%), sementara nyeri berat hanya 1 orang (3,4%) (kategori lain tercatat sebanyak 7 orang (23,3%)). Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 (α = 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh aromaterapi peppermint terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif di TPMB “S”.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GYMBALL TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI PUSKESMAS GANTAR KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2026 Dasih Purnama Dewi; Mira Meliyanti; Dyah Triwidiyantari; Ida Suryani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i2.626

Abstract

Labor pain is a physiological response resulting from uterine contractions and cervical dilatation during the childbirth process. Inadequate pain management may increase maternal anxiety and tension, impair the effectiveness of uterine contractions, and contribute to prolonged labor. At the Gantar Community Health Center (UPTD Puskesmas Gantar), Indramayu Regency, cases of prolonged labor are still encountered and are presumed to be associated with suboptimal labor pain management, leading to increased maternal anxiety, reduced uterine contractility, and, in some cases, the need for referral to higher-level healthcare facilities. One of the non-pharmacological interventions that may help reduce labor pain intensity is the use of a gym ball. This study aimed to evaluate the effectiveness of gym ball use in reducing labor pain intensity during the active phase of the first stage of labor at the Gantar Community Health Center, Indramayu Regency, in 2026. A quasi-experimental study employing a one-group pretest–posttest design was conducted. The study included 36 women in the active phase of the first stage of labor who were selected using purposive sampling. Labor pain intensity was assessed before and after the intervention using a standardized pain observation scale. Before the intervention, most participants experienced severe pain (61.1%), while the remaining 38.9% reported moderate pain. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test revealed a significant reduction in labor pain intensity following the gym ball intervention (p = 0.001; p < 0.05). These findings demonstrate that gym ball use is an effective non-pharmacological intervention for reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor and has the potential to improve maternal comfort throughout the childbirth process.