Latar Belakang: Aromaterapi dalam persalinan dipercaya sebagai terapi komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri. Aromaterapi dapat memengaruhi sistem limbik di otak (pusat emosi) dan merangsang pelepasan endorfin serta enkefalin yang bersifat analgesik, serta serotonin yang membantu mengurangi kecemasan dan ketegangan. Tujuan: Mengetahui pengaruh aromaterapi peppermint terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di TPMB “S” Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest–posttest. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 30 ibu bersalin kala I fase aktif. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Wilcoxon untuk menilai pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap nyeri persalinan. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri berat sebanyak 25 orang (83,3%) dan nyeri sedang sebanyak 5 orang (16,7%). Setelah intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri sedang sebanyak 22 orang (73,3%), sementara nyeri berat hanya 1 orang (3,4%) (kategori lain tercatat sebanyak 7 orang (23,3%)). Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 (α = 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh aromaterapi peppermint terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif di TPMB “S”.