Erlina Fazriana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI PENENTU KEMANDIRIAN AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI PADA LANSIA PASCA-STROKE Erlina Fazriana; Depi Susanti
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.586

Abstract

Latar Belakang: Stroke menyebabkan penurunan kemampuan fungsional lansia terutama dalam aktivitas sehari-hari (Activity Daily Living/ADL) sehingga meningkatkan risiko ketergantungan; dukungan keluarga berperan penting dalam pemulihan kemandirian, dengan prevalensi stroke pada lansia menurut SKI 2023 sebesar 3,54 per mil (usia 65–74 tahun) dan 4,13 per mil (usia ≥75 tahun). Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 50 lansia pasca stroke yang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung; instrumen menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Barthel Index, analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden umumnya memiliki dukungan keluarga yang baik dan tingkat kemandirian ADL berada pada kategori ketergantungan ringan hingga sedang; uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kemandirian ADL (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dan kemandirian ADL pada lansia pasca stroke, sehingga keterlibatan aktif keluarga perlu diperkuat melalui peningkatan dukungan informasional (nutrisi dan perawatan lansia) serta dukungan penilaian/motivasi dalam proses pemulihan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Interaksi sosial berhubungan dengan kualitas hidup Lansia di RW 16 Desa Tamansari, Kota Bandung: Studi cross-sectional Erlina Fazriana; Nur Soviah Arsya; Oktarian Pratama
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2024): Juli-September
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Kualitas hidup Lansia merupakan salah satu aspek kesehatan yang memerlukan perhatian, dan terutama masalah kesehatan di masyarakat yang mengalami penuaan yang cepat (1). Interaksi sosial telah diakui sebagai penentu mendasar QoL, memengaruhi berbagai aspek kesejahteraan seperti kesehatan fisik, keadaan emosional, dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini mengkaji hubungan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup (QoL) Lansia di RW 16, Desa Tamansari, Kota Bandung. Metode Sejumlah 60 responden dipilih dari keseluruhan populasi 147 orang lanjut usia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner WHOQOL-OLD dan Interaksi Sosial dan dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rho. Hasil Korelasi positif yang signifikan antara interaksi sosial dan QoL (p = 0,001, r = 0,767), menunjukkan bahwa tingkat interaksi sosial yang lebih tinggi dikaitkan dengan QoL yang lebih tinggi. Mayoritas responden (71,7%) memiliki tingkat interaksi sosial sedang, sementara 85% melaporkan QoL tinggi. Kesimpulan dan Saran Studi ini menekankan pentingnya keterlibatan sosial di antara para Lansia untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Intervensi berbasis komunitas, seperti kegiatan sosial, program literasi kesehatan, dan inisiatif perawatan diri, dapat secara efektif mempromosikan interaksi sosial. Selain itu, membangun sistem evaluasi penuaan yang sehat dengan berbagai dimensi, termasuk kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan hubungan sosial, dapat membantu menyesuaikan intervensi dengan area tertentu yang memengaruhi QoL. Mendorong partisipasi sosial melalui latihan kelompok, kegiatan sosial yang terorganisir, dan interaksi dengan teman dapat lebih meningkatkan kesejahteraan Lansia. Memperkuat jejaring sosial untuk memerangi kesepian, mempromosikan aktivitas sehari-hari untuk keterlibatan sosial secara teratur, dan membentuk jaringan dukungan dengan teman sebaya dan anggota keluarga juga dianjurkan. Memanfaatkan pendekatan inovatif, seperti instruksi tari sosial dan solusi berbasis teknologi, dapat menyediakan sistem yang dipersonalisasi dan interaktif untuk mendukung keterlibatan dan kesejahteraan Lansia. Temuan ini menyoroti peran penting interaksi sosial dalam meningkatkan QoL di kalangan Lansia, menginformasikan inisiatif kesehatan masyarakat dan penelitian di masa depan.