Anemia in pregnant women is one of the global health problems that affects both mothers and fetuses, leading to complications such as bleeding, premature birth, and low birth weight. Pregnancy-related anemia is generally caused by iron deficiency and inadequate nutritional intake. One non-pharmacological effort to overcome anemia is the consumption of tomato juice (Solanum lycopersicum), which contains vitamin C and iron. This study aimed to determine the effect of tomato juice administration on hemoglobin levels in pregnant women in Cianjur Regency. The study used a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The sample consisted of 24 pregnant women selected based on inclusion and exclusion criteria. The study was conducted in May 2025 and analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the Paired Sample T-Test. The results showed that the mean hemoglobin level before the intervention was 11.5 g/dL and increased to 12.1 g/dL after the intervention. The Paired T-Test result showed a p-value of <0.001 (p < 0.05), indicating a significant effect of tomato juice on the increase in hemoglobin levels. This study concludes that tomato juice is effective in increasing hemoglobin levels and can be considered a non-pharmacological alternative to prevent anemia in pregnant women. Abstrak Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak terhadap ibu dan janin, seperti risiko perdarahan, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Anemia pada kehamilan umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi dan asupan gizi yang tidak memadai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia secara non-farmakologis adalah dengan konsumsi jus tomat (Solanum Lycopersycum) yang mengandung vitamin C dan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di Kabupaten Cianjur. Desain penelitian ini menggunakan pra-eksperimen dengan rancangan one group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III sebanyak 24 responden. Jumlah sampel sebanyak 24 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikut sertakan dalam penelitian ini. Kriteria inklusi meliputi ibu hamil trimester III dengan kondisi umum yang stabil, tidak memiliki penyakit kronis seperti diabetes melitus, mengonsumsi tablet Fe secara rutin, serta bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Adapun kriteria eksklusi mencankup ibu hamil yang mengonsumsi suplemen tambahan diluar intervensi penelitian , memiliki alergi terhadap tomat, menderita penyakit tertentu seperti leukemia, autoimun, atau penyakit darah lainnya, serta mimiliki riwayat gastritis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025 dan dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk serta uji Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan kadar hemoglobin sebelum intervensi memiliki rerata 11,5 g/dL dan meningkat menjadi 12,1 g/dL setelah intervensi. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = <0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian jus tomat terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian jus tomat efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan dapat menjadi alternatif intervensi non-obat dalam pencegahan anemia pada ibu hamil.