This Author published in this journals
All Journal Sehat Masada
Sri Hennyati A
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEPRESI POSTPARTUM DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN S KOTA BANDUNG TAHUN 2025 Sri Hennyati A; Alda Delvia; Maya Indriati; Ida Suryani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.588

Abstract

Latar Belakang: Depresi postpartum merupakan gangguan psikologis yang sering dialami ibu setelah melahirkan dan dapat berdampak negatif terhadap ibu, bayi, serta keluarga. Berbagai faktor diduga berperan dalam kejadian depresi postpartum, antara lain usia, paritas, pendidikan, dan dukungan suami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di Tempat Praktik Mandiri Bidan S Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 40 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk mengukur depresi postpartum dan Postpartum Social Support Questionnaire (PSSQ) untuk mengukur dukungan suami. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebanyak 67,5% ibu nifas mengalami depresi postpartum. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,083), paritas (p = 0,053), dan pendidikan (p = 0,664) dengan kejadian depresi postpartum. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dan kejadian depresi postpartum (p = 0,000). Kesimpulan: Dukungan suami merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di Tempat Praktik Mandiri Bidan S Kota Bandung Tahun 2025. Oleh karena itu, intervensi yang melibatkan suami dalam perawatan ibu nifas penting dilakukan sebagai upaya pencegahan depresi postpartum.