p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sehat Masada
Maya Indriati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PADA AKSEPTOR KB DI UPTD PUSKESMAS TAMANSARI TAHUN 2025 Naili Rahmawati; Rodiyah Nuraeni; Maya Indriati; Berty Risyanti
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.581

Abstract

Latar Belakang: UPTD Puskesmas Tamansari menyediakan pelayanan kontrasepsi metode jangka panjang (MKJP) dan non-MKJP, namun capaian tahun 2024 masih rendah untuk IUD (0,4%), implant (0,16%), kondom (0,48%), pil (0,2%), sementara suntik mencapai 10,14%. Capaian yang belum optimal berpotensi meningkatkan pertumbuhan penduduk dan risiko “4T” (terlalu muda, terlalu tua, jarak kelahiran terlalu dekat, dan terlalu sering melahirkan). Pemilihan metode kontrasepsi dipengaruhi oleh pengetahuan, dukungan suami, serta peran pemberi layanan termasuk ketersediaan layanan, biaya, dan kualitas konseling. Tujuan: Mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan tentang kontrasepsi, dukungan suami, dan peran pemberi layanan serta hubungan ketiga faktor tersebut dengan pemilihan metode kontrasepsi pada akseptor KB di UPTD Puskesmas Tamansari tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 80 wanita usia subur (WUS) yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis univariat digunakan untuk distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat untuk menguji hubungan antarvariabel. Pengolahan data dilakukan menggunakan Jeffreys’s Amazing Statistics Program (JASP). Hasil: Sebanyak 39 (48,75%) WUS memiliki pengetahuan baik, 21 (26,25%) pengetahuan cukup, dan 20 (25%) pengetahuan kurang. Dukungan suami ditemukan pada 41 (51,25%) responden, sedangkan 39 (48,75%) tidak mendapat dukungan. Peran pemberi layanan dinilai ada pada 51 (64%) responden dan kurang pada 29 (36%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,043), dukungan suami dan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,026), serta peran pemberi layanan dan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,000). Kesimpulan: Pengetahuan tentang kontrasepsi, dukungan suami, dan peran pemberi layanan berhubungan secara signifikan dengan pemilihan metode kontrasepsi pada WUS di UPTD Puskesmas Tamansari tahun 2025.
EFEKTIVITAS PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI 3-6 BULAN: STUDI PRE-EKSPERIMENTAL DI TPMBS S BAYONGBONG GARUT Nabila Verin ZT; Maya Indriati
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.584

Abstract

Latar Belakang: Bayi usia 3–6 bulan berada pada fase pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh kualitas tidur. Pijat bayi merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi meningkatkan kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di TPMB “S” Bayongbong, Garut, tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 30 bayi usia 3–6 bulan yang mendapatkan intervensi pijat bayi secara rutin dalam periode tertentu. Kualitas tidur diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ). Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, 66,7% bayi memiliki kualitas tidur kurang baik. Setelah pijat bayi dilakukan secara rutin, seluruh bayi (100%) menunjukkan kualitas tidur baik. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05), sehingga pijat bayi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur bayi. Kesimpulan: Pijat bayi efektif meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan. Intervensi ini dapat menjadi terapi sederhana yang dapat dilakukan orang tua secara mandiri dengan edukasi dari tenaga kesehatan, khususnya bidan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEPRESI POSTPARTUM DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN S KOTA BANDUNG TAHUN 2025 Sri Hennyati A; Alda Delvia; Maya Indriati; Ida Suryani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.588

Abstract

Latar Belakang: Depresi postpartum merupakan gangguan psikologis yang sering dialami ibu setelah melahirkan dan dapat berdampak negatif terhadap ibu, bayi, serta keluarga. Berbagai faktor diduga berperan dalam kejadian depresi postpartum, antara lain usia, paritas, pendidikan, dan dukungan suami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di Tempat Praktik Mandiri Bidan S Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 40 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk mengukur depresi postpartum dan Postpartum Social Support Questionnaire (PSSQ) untuk mengukur dukungan suami. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebanyak 67,5% ibu nifas mengalami depresi postpartum. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,083), paritas (p = 0,053), dan pendidikan (p = 0,664) dengan kejadian depresi postpartum. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dan kejadian depresi postpartum (p = 0,000). Kesimpulan: Dukungan suami merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di Tempat Praktik Mandiri Bidan S Kota Bandung Tahun 2025. Oleh karena itu, intervensi yang melibatkan suami dalam perawatan ibu nifas penting dilakukan sebagai upaya pencegahan depresi postpartum.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN LOKAL TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN PADA BALITA BERESIKO STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEUNYING KABUPATEN BANDUNG Maya Indriati; Ida Suryani; Oktarina Sri Iriani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalah gizi di Indonesia meliputi, gizi kurang (stunting, wasting, underweight). Pemerintah melakukan penanggulangan masalah gizi balita yaitu dengan cara pemberian makanan tambahan (PMT), sosialisasi, kelas ibu hamil, dan pos gizi. Puskesmas Cibeunying salah satu puskesmas yang mengikuti program pemerintah untuk pemberian makanan tambahan lokal pada balita beresiko stunting. Berdasarkan data puskesmas bulan Juni 2024 terdapat 75 balita beresiko stunting yang diberikan PMT selama 56 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap kenaikan berat badan dan tinggi badan pada balita beresiko stunting. Pengambilan data dimulai pada tanggal 10 Februari sampai 30 Maret 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 75 balita. Data kemudian dianalisa menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan hasil nilai p value ≤ 0.05. Hasil uji statistik menunjukan terdapat efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap kenaikan berat badan dan tinggi badan balita beresiko stunting dengan nilai p value 0.000<0.05.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN LOKAL TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN PADA BALITA BERESIKO STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEUNYING KABUPATEN BANDUNG Maya Indriati; Ida Suryani; Oktarina Sri Iriani
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalah gizi di Indonesia meliputi, gizi kurang (stunting, wasting, underweight). Pemerintah melakukan penanggulangan masalah gizi balita yaitu dengan cara pemberian makanan tambahan (PMT), sosialisasi, kelas ibu hamil, dan pos gizi. Puskesmas Cibeunying salah satu puskesmas yang mengikuti program pemerintah untuk pemberian makanan tambahan lokal pada balita beresiko stunting. Berdasarkan data puskesmas bulan Juni 2024 terdapat 75 balita beresiko stunting yang diberikan PMT selama 56 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap kenaikan berat badan dan tinggi badan pada balita beresiko stunting. Pengambilan data dimulai pada tanggal 10 Februari sampai 30 Maret 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 75 balita. Data kemudian dianalisa menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan hasil nilai p value ≤ 0.05. Hasil uji statistik menunjukan terdapat efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap kenaikan berat badan dan tinggi badan balita beresiko stunting dengan nilai p value 0.000<0.05.