Salsabila Firanandy Sanhaji
Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Teknik Problem Based Learning dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Regulasi Emosi Siswa SMA Salsabila Firanandy Sanhaji; Denok Setiawati
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i1.3287

Abstract

Kemampuan mengendalikan emosi merupakan kompetensi yang dihargai pada masa remaja yang seharusnya dimiliki seorang anak untuk menghadapi konteks pendidikan dan sosial yang sulit. Pengendalian emosi siswa SMA dapat menyebabkan sejumlah masalah psikologis, berkurangnya interaksi sosial adaptif, dan terganggunya interaksi pembelajaran. Penelitian ini akan dilakukan untuk menetapkan tingkat keberhasilan penggunaan teknik pembelajaran berbasis masalah (PBL) dalam layanan bimbingan kelompok dengan tujuan meningkatkan keterampilan regulasi emosi pada siswa SMA. Metodologi penelitian kuantitatif dirumuskan pada penelitian pra-eksperimental yang terdiri dari satu kelompok pretest-posttest. Responden adalah delapan siswa SMAN 3 Sidoarjo kelas XI-F2/XI-F12 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner regulasi emosi yang validitas dan reliabilitasnya telah ditentukan sebelumnya. Uji t sampel berpasangan digunakan sebagai analisis data. Menurut hasil penelitian, skor regulasi emosi siswa yang telah diberikan layanan bimbingan kelompok berbasis masalah meningkat secara signifikan. Nilai rata-rata pretest 33,4 meningkat menjadi posttest 67,375 dengan nilai signifikansi p = 0,05. Temuan menunjukkan bahwa layanan instruksi kelompok berbasis metode pembelajaran berbasis masalah dapat diterapkan secara sukses untuk meningkatkan keterampilan pengaturan emosi siswa, terutama penerimaan emosi, pengendalian respons emosi, dan penerapan strategi pengaturan emosi. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis masalah selama bimbingan kelompok dapat menjadi intervensi alternatif yang bermanfaat untuk membantu kelompok siswa sekolah menengah dalam perkembangan sosial-emosional mereka.