Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran krusial dalam perkembangan manusia, di mana anak-anak mengembangkan keterampilan dasar, memahami konsep, dan membentuk pola pikir yang memengaruhi seluruh perjalanan pendidikan mereka. Standar PAUD yang diacu oleh pemerintah menekankan pendekatan holistik, integratif, dan inovatif untuk menciptakan lingkungan belajar optimal. Kurikulum Merdeka dalam PAUD menekankan keterampilan abad ke-21 melalui pembelajaran berpusat pada siswa, pendekatan saintifik, dan penerapan 4C: kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Guru PAUD perlu memiliki kompetensi pedagogik yang melibatkan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kreativitas dan inovasi guru menjadi kunci dalam mengembangkan kecakapan peserta didik. Penelitian menggunakan deskriptif dalam pemaparan penelitian yang dilakukan secara mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis flipped classroom di PAUD dan mendeskripsikan serta menganalisis alur pembelajaran Flipped Classroom di PAUD, dengan fokus pada implementasi, respons peserta didik, peran orang tua, dan dampaknya terhadap pencapaian tujuan pembelajaran anak usia dini. Penggunaan model Flipped Classroom di PAUD diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembelajaran, meningkatkan efisiensi rencana pembelajaran, dan mendukung konsep belajar mandiri. Peran orang tua dalam mendukung proses pembelajaran di rumah menjadi factor utama dalam partisipasi peserta didik terhadap pembelajaran Flipped Classroom. Meskipun penggunaannya masih minim di PAUD, penelitian ini mengusulkan rancangan pembelajaran berbasis Flipped Classroom di tingkat ini, membawa kebaruan dalam konteks manajemen pembelajaran di lembaga PAUD.