Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak usia dini untuk mendukung kesiapan anak menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, implementasi pembelajaran di PAUD masih cenderung memisahkan kegiatan literasi dan STEAM sehingga peluang anak untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis belum optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi integrasi literasi dan STEAM dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen. Sumber data berupa rapor perkembangan anak Kelompok B di TK Unilak Golden School Tahun Ajaran 2025/2026. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan teknik qualitative content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi dan STEAM berkontribusi positif terhadap perkembangan kemampuan berpikir kritis anak, yang ditunjukkan melalui kemampuan mengamati, mengajukan pertanyaan, menghubungkan informasi, memberikan alasan sederhana, memecahkan masalah, dan mengomunikasikan hasil pengamatan. Aktivitas literasi membantu anak memahami serta mengolah informasi, sedangkan pembelajaran STEAM memberikan kesempatan untuk bereksplorasi, bereksperimen, dan menemukan solusi terhadap permasalahan sederhana. Integrasi kedua pendekatan tersebut menciptakan pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan berpusat pada anak, sekaligus mendukung perkembangan komunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan pemecahan masalah sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui pemanfaatan rapor perkembangan anak sebagai sumber data autentik untuk menggambarkan implementasi integrasi literasi dan STEAM dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis anak usia dini