Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi ASN melalui integrasi manajemen talenta, mengidentifikasi berbagai tantangan implementasi, serta merumuskan arah penguatan kebijakan pengelolaan aparatur dalam organisasi sektor publik. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 25 artikel ilmiah yang diperoleh dari database akademik seperti Google Scholar, DOAJ, SINTA, dan Garuda. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi pola penelitian, isu utama, serta kecenderungan praktik terbaik dalam implementasi manajemen talenta sektor publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen talenta masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan integrasi antara pemetaan kompetensi dan program pengembangan, lemahnya koordinasi kelembagaan, keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, serta belum optimalnya penerapan sistem merit dalam proses rotasi dan promosi jabatan. Selain itu, program pengembangan kompetensi ASN masih sering bersifat administratif dan belum sepenuhnya berbasis pada kebutuhan jabatan dan analisis kesenjangan kompetensi. Oleh karena itu, strategi penguatan manajemen talenta perlu diarahkan pada digitalisasi sistem informasi kepegawaian, penguatan mekanisme asesmen kompetensi yang objektif, integrasi perencanaan sumber daya manusia dengan pengembangan karier, serta peningkatan kapasitas kelembagaan dan kepemimpinan birokrasi. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara manajemen talenta dan pengembangan kompetensi merupakan prasyarat penting dalam membangun aparatur yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.