Agus Darmuki
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muria Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Kasus: Terapi Menulis Fonologis Dan Stimulasi Motorik Halus Untuk Mengatasi Disgrafia Pada Siswa Kelas III SD Berliana Permatasari; Hafizah Hajimia; Sri Wulandari; Septadi Hanif Pambayu; Agus Darmuki
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 9 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v9i1.16064

Abstract

Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi intervensi gabungan yang melibatkan terapi menulis fonologis dan stimulasi motorik halus, untuk menganalisis peningkatan kemampuan menulis siswa, dan untuk memeriksa hubungan antara perkembangan kesadaran fonemik dan kemajuan motorik halus. Studi ini dilakukan selama empat hari berturut-turut dengan empat siswa kelas III di SDN 4 Banjarejo yang menunjukkan gejala disgrafia. Setiap sesi berlangsung selama 35 menit dan terdiri dari dua komponen terintegrasi: stimulasi keterampilan motorik halus dan terapi menulis fonologis berdasarkan metode Structural Analytic Synthetic (SAS). Aktivitas motorik halus meliputi meremas bola kertas, menjiplak huruf, memotong, dan menempel, yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot tangan, koordinasi, dan kontrol. Komponen terapi fonologis berfokus pada membantu siswa memahami hubungan sistematis antara bunyi dan huruf, sehingga meningkatkan kesadaran fonemik dan mendukung perkembangan menulis. Temuan dari observasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterbacaan tulisan tangan, ketepatan ejaan, stabilitas gerakan tangan, serta peningkatan motivasi belajar dan kepercayaan diri. Integrasi latihan sensorimotor dengan pengajaran fonologis terbukti lebih efektif daripada pendekatan metode tunggal, karena secara bersamaan menangani aspek mekanis dan kognitif penulisan. Studi ini menyoroti pentingnya kerangka intervensi holistik yang menggabungkan komponen motorik dan linguistik serta menggarisbawahi peran penting guru sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang terstruktur dan suportif bagi anak-anak dengan disgrafia.