Lilik Nur Hasanatin
TK Setya Karya 02 Pasucen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Gangguan Menulis (Disgrafia) Anak Dengan Perspektif Psikolinguistik Lilik Nur Hasanatin; Eli Rustinar; Eka Setya Budi; Ahdi Riyono; Slamet Utomo
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 9 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v9i1.16540

Abstract

Menulis adalah keterampilan bahasa fundamental yang memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif dan akademik anak. Namun, beberapa anak mengalami kesulitan menulis, yang dikenal sebagai disgrafia, yang terkait erat dengan proses psikolinguistik, khususnya dalam produksi bahasa dan koordinasi motorik. Studi ini bertujuan untuk (1) meneliti gangguan menulis dari perspektif psikolinguistik dan (2) mendeskripsikan tantangan menulis yang dialami oleh anak dengan disgrafia. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memberikan pemahaman mendalam tentang fenomena tersebut dalam konteks alami. Subjek penelitian adalah seorang anak berusia 6 tahun yang diidentifikasi sebagai DAS, yang menunjukkan karakteristik disgrafia, seperti tulisan tangan yang tidak terbaca, pembentukan huruf yang tidak konsisten, dan perkembangan menulis yang tidak tepat. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi, dan wawancara dengan orang tua untuk mendapatkan informasi yang komprehensif dan valid. Temuan menunjukkan bahwa disgrafia pada DAS dikaitkan dengan kesulitan dalam pemrosesan psikolinguistik, khususnya dalam mengorganisir masukan linguistik menjadi keluaran tertulis. Setelah menerima latihan menulis yang konsisten dan terbimbing yang didukung oleh guru dan orang tua, anak tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kejelasan tulisan, pembentukan huruf, dan kinerja menulis secara keseluruhan. Studi ini menyoroti pentingnya identifikasi dan intervensi dini dalam mengatasi gangguan menulis. Dapat disimpulkan bahwa intervensi yang terstruktur, berkelanjutan, dan suportif memainkan peran penting dalam meningkatkan keterampilan menulis pada anak-anak dengan disgrafia. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru dan orang tua sangat penting untuk mendukung perkembangan menulis anak dan memastikan kemajuan belajar mereka yang optimal.