Elrisa Ramadhani
Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Minat Petani dalam Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa oratorius) Menggunakan Perangkap Keong Mas Pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Sirapit Kabupaten langkat Ditha Adelia; Elrisa Ramadhani; M. Jufri
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1502

Abstract

Walang sangit (Leptocorisa oratorius) merupakan salah satu serangga hama yang dapat merusak tanaman padi, terutama pada fase generatif. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tingkat minat petani dalam pengendalian hama walang sangit menggunakan perangkap keong mas pada tanaman padi sawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan jumlah 90 responden petani yang hama walang sangit menggunakan perangkap keong mas pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat minat petani tinggi terhadap pengendalian hama walang sangit menggunakan perangkap keong mas pada tanaman padi sawah. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara simultan terhadap minat petani adalah Umur, Pendidikan, Luas Lahan, Peran Penyuluh, Pendapatan, sedangkan Pengalaman, dan Informasi Petani tidak berpengaruh signifikan terhadap minat petani di Kecamatan Sirapit.
Minat Petani Dalam Menerapkan Teknik Penyemaian Padi (Oryza Sativa L.) Dengan Sistem Dapog Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Wiwik Kusumawati Br.S Meliala; Elrisa Ramadhani; Maya sari
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1518

Abstract

Minat Petani Dalam Menerapkan Teknik Penyemaian Padi (Oryza sativa. L) Dengan Sistem Dapog Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat petani serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam penerapan teknik penyemaian padi dengan sistem dapog. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat petani dalam menerapkan Teknik penyemaian padi dengan sistem dapog terolong tinggi, yaitu sebesar 70,22%. Hasil regresi linear menunjukkan bahwa variabel umur, luas lahan, pendidikan, pendapatan, pengalaman berusahatani, lingkungan sosial, dan peran penyuluh secara simultan berpengaruh terhadap minat petani dalam menerapkan teknik penyemaian padi sistem dapog. Uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa terdapat lima variabel yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani, yaitu umur, luas lahan, pendapatan, lingkungan sosial, dan peran penyuluh, dengan nilai t_hitung masing-masing lebih besar dari t_tabel (1,661). Sementara itu, dua variabel lainnya, yaitu pendidikan dan pengalaman berusahatani, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan karena nilai t_hitung lebih kecil dari t_tabel. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,688 mengindikasikan bahwa 68,8% variasi minat petani dalam menerapkan teknik penyemaian padi sistem dapog dapat dijelaskan oleh ketujuh variabel bebas yang diteliti, sedangkan 31,2% sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Kata Kunci : minat; penyemaian dapog; padi; regresi linear; teknologi pertanian.
Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Trichoderma Dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Siti Hadijah; Elrisa Ramadhani; Yusra Muharami Lestari
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1687

Abstract

Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Trichoderma Dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Cabai Merah di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk melihat tingkat persepsi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya terhadap penggunaan trichoderma dalam pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai merah. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan April 2025 sampai dengan bulan Mei 2025. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data pada pengkajian ini adalah kuesioner, wawancara, dan observasi. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda dan diolah menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 25. Sumber data pada pengkajian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat persepsi petani terhadap penggunaan trichoderma dalam pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai merah di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat adalah sangat tinggi dengan persentase 86,31% termasuk kategori sangat tinggi. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel X secara simultan berpengaruh nyata terhadap variabel Y. Hasil uji t ditemukan bahwa terdapat 5 variabel yang berpengaruh nyata yakni umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman (X3), peran penyuluh (X5), dan fungsi kelompok tani (X6). Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap tingkat persepsi petani terhadap penggunaan trichoderma dalam pengendalian penyakit layu fusarium pada tanamana Cabai Merah ialah umur (X1), pendidikan (X2), pendidikan (X3), peran penyuluh (X5), dan fungsi kelompok tani (X6). Sedangkan luas lahan (X4) tidak berpengaruh nyata