Maya Sari
Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor yang Mempengaruhi Respons Petani terhadap Program Pompanisasi dalam Peningkatan Indeks Pertanaman Padi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Maya Sari; Mukhlis Yahya; Salsabila Hasibuan
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i2.13041

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu penting bagi Indonesia. Swasembada pangan menjadi salah satu tujuan utama dalam pembangunan sektor pertanian untuk memastikan ketahanan pangan nasional. Kabupaten Samosir merupakan salah satu daerah yang menjadi penerima program pompanisasi untuk peningkatan indeks pertanaman (IP) padi. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi respons petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompanisasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat respons petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respons petani yaitu dengan variabel pengalaman, kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat respons petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompanisasi di Kecamatan Onan Runggu tergolong tinggi (78,6%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh nyata terhadap respons petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompanisasi adalah variabel kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani, sedangkan variabel pengalaman bertani berpengaruh tidak nyata.
Minat Petani Dalam Menerapkan Teknik Penyemaian Padi (Oryza Sativa L.) Dengan Sistem Dapog Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Wiwik Kusumawati Br.S Meliala; Elrisa Ramadhani; Maya sari
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1518

Abstract

Minat Petani Dalam Menerapkan Teknik Penyemaian Padi (Oryza sativa. L) Dengan Sistem Dapog Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat petani serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam penerapan teknik penyemaian padi dengan sistem dapog. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat petani dalam menerapkan Teknik penyemaian padi dengan sistem dapog terolong tinggi, yaitu sebesar 70,22%. Hasil regresi linear menunjukkan bahwa variabel umur, luas lahan, pendidikan, pendapatan, pengalaman berusahatani, lingkungan sosial, dan peran penyuluh secara simultan berpengaruh terhadap minat petani dalam menerapkan teknik penyemaian padi sistem dapog. Uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa terdapat lima variabel yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani, yaitu umur, luas lahan, pendapatan, lingkungan sosial, dan peran penyuluh, dengan nilai t_hitung masing-masing lebih besar dari t_tabel (1,661). Sementara itu, dua variabel lainnya, yaitu pendidikan dan pengalaman berusahatani, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan karena nilai t_hitung lebih kecil dari t_tabel. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,688 mengindikasikan bahwa 68,8% variasi minat petani dalam menerapkan teknik penyemaian padi sistem dapog dapat dijelaskan oleh ketujuh variabel bebas yang diteliti, sedangkan 31,2% sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Kata Kunci : minat; penyemaian dapog; padi; regresi linear; teknologi pertanian.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI PETANI DALAM PENGGUNAAN BENIH STEK PUCUK KENTANG DI KECAMATAN DOLAT RAYAT KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA Newi Arta Angelia Sibuea; Tience Elizabet Pakpahan; Maya Sari
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi petani dalam penggunaan benih stek pucuk kentang serta mengidentifikasi faktor faktor yang memengaruhinya di Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Kebaruan artikel ini terletak pada kajian adopsi inovasi benih stek pucuk kentang sebagai alternatif benih bermutu yang relatif cepat tersedia, bebas penyakit, dan berpotensi meningkatkan produktivitas kentang, khususnya pada wilayah sentra produksi kentang dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei menggunakan kuesioner dan wawancara tidak terstruktur terhadap petani kentang. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat adopsi serta regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh faktor pendapatan, luas lahan, peran penyuluh, tingkat kosmopolitan, dan sifat inovasi terhadap adopsi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap penggunaan benih stek pucuk kentang tergolong tinggi dengan nilai sebesar 82,9%. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi petani. Secara parsial, variabel pendapatan, peran penyuluh, dan sifat inovasi berpengaruh signifikan terhadap adopsi petani, sedangkan luas lahan dan kosmopolitan tidak berpengaruh signifikan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan peran penyuluh, pendapatan petani, serta karakteristik inovasi yang mudah diterapkan dan menguntungkan menjadi faktor kunci dalam mendorong adopsi benih stek pucuk kentang