Tience Elizabet Pakpahan
Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PETANI DALAM PENGGUNAAN BENIH KENTANG (Sollanum TuberosumL.) G0 VARIETAS GRANOLA DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH Budi Darmawan; Mukhlis Yahya; Tience Elizabet Pakpahan
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tadopsi Petani Dalam Penggunaan Benih Kentang (Solanum tuberosum L.) G0 Varietas Granola serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 77 orang petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap penggunaan benih kentang G0 berada pada kategori tinggi (69%). Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y= -213.043+ 1.255X1 + 1.032X2+ 2.821X3 + 5.465X4 + ?. Faktor-faktor yang berpengaruh sangat signifikan terhadap tingkat adopsi petani adalah Pengalaman Berusahatani, Peran Penyuluh, dan Akses Informasi sedangkan yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi petani adalah Sifat Teknologi Inovasi. Keberhasilan adopsi ini ditunjang oleh kemudahan akses terhadap informasi, pendampingan penyuluh, serta kesesuaian teknologi dengan kondisi lahan dan praktik pertanian setempat. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran penyuluh dalam memotivasi dan memfasilitasi petani, serta perlunya penguatan akses informasi agar adopsi teknologi pertanian dapat terus ditingkatkan demi menunjang produktivitas dan kesejahteraan petani.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI PETANI DALAM PENGGUNAAN BENIH STEK PUCUK KENTANG DI KECAMATAN DOLAT RAYAT KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA Newi Arta Angelia Sibuea; Tience Elizabet Pakpahan; Maya Sari
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi petani dalam penggunaan benih stek pucuk kentang serta mengidentifikasi faktor faktor yang memengaruhinya di Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Kebaruan artikel ini terletak pada kajian adopsi inovasi benih stek pucuk kentang sebagai alternatif benih bermutu yang relatif cepat tersedia, bebas penyakit, dan berpotensi meningkatkan produktivitas kentang, khususnya pada wilayah sentra produksi kentang dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei menggunakan kuesioner dan wawancara tidak terstruktur terhadap petani kentang. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat adopsi serta regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh faktor pendapatan, luas lahan, peran penyuluh, tingkat kosmopolitan, dan sifat inovasi terhadap adopsi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap penggunaan benih stek pucuk kentang tergolong tinggi dengan nilai sebesar 82,9%. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi petani. Secara parsial, variabel pendapatan, peran penyuluh, dan sifat inovasi berpengaruh signifikan terhadap adopsi petani, sedangkan luas lahan dan kosmopolitan tidak berpengaruh signifikan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan peran penyuluh, pendapatan petani, serta karakteristik inovasi yang mudah diterapkan dan menguntungkan menjadi faktor kunci dalam mendorong adopsi benih stek pucuk kentang