Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kolaborasi murid pada muatan IPAS. Hal ini disebabkan rendahnya aktivitas murid dalam pembelajaran, kurangnya pembiasaan pembelajaran berbasis HOTS, serta pelaksanaan pembelajaran kelompok yang belum optimal. Solusi yang peneliti tawarkan adalah dengan menggunakan model PMT dibantu media Puzzle Digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan aktivitas guru dan murid serta menganalisis keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kolaborasi murid melalui penerapan model PMT dalam muatan IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung analisis kuantitatif dengan metode penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah murid kelas IVB SDN Kuin Cerucuk 4 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes tertulis yang menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dari 97% menjadi 100%, aktivitas murid dari 44% menjadi 94%, keterampilan berpikir kritis dari 38% menjadi 88%, keterampilan berpikir kreatif dari 31% menjadi 88%, serta keterampilan kolaborasi dari 44% menjadi 100%. Hal ini berdampak positif terhadap ketuntasan hasil belajar murid yang meningkat dari 38% menjadi 94%. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model PMT dibantu media Puzzle Digital efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS. Penelitian ini dapat dijadikan sumber referensi bagi guru, kepala sekolah dan peneliti selanjutnya sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.