Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya belajar dominan Generasi Alpha dan mendeskripsikan adaptasi kebiasaan digital siswa kelas X di SMA YPK Tenggarong tahun pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tiga siswa kelas X, dua guru mata pelajaran, dan satu orang tua siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa Generasi Alpha didominasi oleh gaya belajar visual dan kinestetik-digital. Siswa lebih mudah fokus dan memahami materi ketika pembelajaran menggunakan gambar, video, animasi, presentasi interaktif, kuis digital, dan proyek berbasis teknologi. Gaya belajar auditori murni kurang efektif apabila berdiri sendiri, namun tetap berfungsi sebagai pendukung ketika dipadukan dengan visual dan multimedia. Kebiasaan digital siswa tampak pada penggunaan internet, YouTube, media sosial, aplikasi pembelajaran, dan alat AI untuk mencari referensi serta menyelesaikan masalah akademik secara mandiri. Kesimpulannya, kebiasaan digital telah membentuk cara siswa menyerap informasi sehingga guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih visual, interaktif, berbasis proyek, dan tetap disertai pengawasan agar teknologi digunakan secara produktif