Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETIKA ISU MENGUNGGULI IDENTITAS: ANALISIS KEMENANGAN ZOHRAN MAMDANI DALAM PEMILIHAN WALI KOTA NEW YORK 2025 Mim Maulana Mubarok; Muhammad Yusuf Marjani; M. Zainul Arifin
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 7 (2026): 2026 Juli
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i7.1024

Abstract

Kemenangan Zohran Mamdani dalam Pemilihan Wali Kota New York 2025 menunjukkan bahwa strategi kampanye berbasis isu dapat menjadi faktor penentu yang lebih kuat daripada identitas pribadi kandidat. Meskipun sering dipersepsikan sebagai tokoh dari kelompok minoritas, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan Mamdani lebih banyak ditentukan oleh kemampuannya menyusun strategi komunikasi yang relevan dengan kebutuhan warga, terutama mengenai perumahan terjangkau, tekanan biaya hidup, dan akses layanan publik. Analisis dilakukan melalui tiga sumber utama, yaitu data pendanaan kampanye, aktivitas digital, dan liputan media. Temuan menunjukkan bahwa Mamdani mampu memaksimalkan sumber daya non material seperti relawan, komunitas lokal, dan media digital dengan biaya rendah untuk menutupi keterbatasan dukungan finansial dari pihak luar. Pada saat yang sama, pesan kampanye disampaikan melalui rangkaian isu yang konsisten sehingga membentuk pola naratif yang mudah dikenali oleh publik. Strategi ini berhasil meningkatkan resonansi pesan dan memperluas dukungan pemilih menjelang hari pemilihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kampanye Mamdani menjadi contoh penting mengenai bagaimana kandidat dapat memenangkan persaingan melalui pendekatan berbasis isu yang terstruktur, didukung oleh organisasi yang kuat dan komunikasi yang berkesinambungan. Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai strategi politik di lingkungan kota yang beragam.
Melampaui Ekoteologi Normatif: Merespons Ekstraktivisme melalui Gerakan Lingkungan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Mim Maulana Mubarok; Amir Maliki Abitolkha; Muhammad Yusuf Marjani
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v11i2.11214

Abstract

ABSTRACT Indonesia’s ecological crisis is exacerbated by extractive economic models that degrade natural resources. As the two largest Islamic organizations, Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah possess strategic moral legitimacy to respond to this crisis. This study analyzes the eco-theological orientation of Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah and identifies the gap between normative narratives and structural change. Employing a qualitative approach, this research uses literature review and document analysis of fatwas, congress decisions, and environmental programs from 2010-2024. The findings show that the eco-theological orientation of both organizations remains predominantly normative-communitarian, focusing on moral education, ecological da’wah, and local micro-actions. While effective in raising awareness, this approach has not addressed the root causes related to macro political-economic policies and unequal resource governance. To bridge this gap, this article proposes the concept of “structural eco-theology” as an alternative framework. Structural eco-theology integrates Islamic theological foundations with public policy advocacy, cross-sector coalitions, and corporate accountability mechanisms. This framework directs religious moral legitimacy to promote regulatory reform and natural resource governance toward systematic and sustainable ecological justice. Keywords : Structural eco-theology, extractivism, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, public policy