Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Load Balancing PCC dan Failover Recursive Gateway pada Jaringan Mikro Provider Farhan Adiaswara; Asril Adi Sunarto; Fathia Frazna Az-Zahra
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v8i3.1837

Abstract

Jaringan mikro provider (RT/RW Net) menjadi tulang punggung akses internet bagi komunitas lokal, namun ketergantungan pada satu jalur koneksi internet (single WAN) menyebabkan layanan terhenti total saat terjadi gangguan tanpa mekanisme pengalihan otomatis. Berdasarkan catatan operasional Network Operation Center (NOC) periode Januari-Maret 2025, jaringan yang menjadi objek penelitian mengalami rata-rata tiga gangguan per bulan dengan durasi dua hingga enam jam akibat putusnya kabel serat optik pada jalur distribusi dari ODP menuju ONT. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan load balancing dengan metode Per Connection Classifier (PCC) serta failover berbasis Recursive Gateway pada jaringan mikro provider menggunakan dua link internet IndiBiz berkapasitas 200 Mbps dan 300 Mbps, dengan router MikroTik Cloud Hosted Router di atas hypervisor Proxmox VE. Metode penelitian yang digunakan adalah rekayasa jaringan dengan pendekatan implementatif-eksperimental melalui kerangka kerja PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize), diuji melalui enam skenario yang mencakup kondisi single WAN baseline, dual WAN dengan PCC aktif, simulasi failover, dan pemulihan. Hasil pengujian menunjukkan load balancing PCC mendistribusikan trafik dengan rasio aktual 2,00:2,99, mendekati target 2:3 dengan deviasi ±0,01, serta menghasilkan throughput agregat rata-rata 208,82 Mbps, latency 4,5 ms, jitter 1,4 ms, dan packet loss 0,7%, seluruhnya memenuhi standar ITU-T G.1010. Mekanisme failover Recursive Gateway mengalihkan koneksi secara otomatis dengan switching time ±15–18 detik dan recovery time ±17-23 detik tanpa memutus sesi PPPoE pelanggan aktif. Implementasi ini berhasil mengeliminasi Single Point of Failure serta meningkatkan kapasitas bandwidth agregat dari 200 Mbps menjadi 500 Mbps, dengan throughput rata-rata naik 121,2% dibandingkan kondisi single WAN.