Jana Sofhia Katipana
Prodi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Skrining Status Gizi dan Usia Menarche sebagai Upaya Deteksi Dini Masalah Gizi Reproduksi pada Remaja Putri SMAN 06 Makassar Nurleli Nurleli; Andi Sani Silwanah; Tiara Tiara; Nanda Putri Ayu; Jana Sofhia Katipana
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 3 No. 1 (2026): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v3i1.60

Abstract

Abstrak Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi yang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi di masa mendatang. SMAN 06 Makassar belum memiliki program skrining status gizi dan kesehatan reproduksi yang terstruktur sebagai upaya deteksi dini masalah tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi status gizi dan usia menarche pada remaja putri sebagai langkah preventif terhadap masalah gizi reproduksi. Kegiatan dilaksanakan pada Desember 2025 dengan melibatkan 57 siswi kelas X dan XI. Skrining dilakukan melalui pengukuran antropometri yang meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas (LiLA), serta wawancara terstruktur mengenai riwayat menarche. Hasil skrining berdasarkan indikator IMT/U WHO AnthroPlus menunjukkan bahwa sebagian besar siswi memiliki status gizi normal (73,7%). Namun demikian, pengukuran LiLA menunjukkan bahwa 26,3% siswi berisiko mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Dari aspek kesehatan reproduksi, mayoritas responden mengalami menarche pada usia normal 12–14 tahun (90,9%), sedangkan proporsi menarche dini dan menarche lambat masing-masing sebesar 3,6% dan 5,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa skrining status gizi dan usia menarche dapat menjadi upaya deteksi dini untuk mengidentifikasi risiko masalah gizi reproduksi pada remaja putri sehingga intervensi yang tepat dapat dilakukan secara lebih dini.   Abstract Adolescent girls are a vulnerable group at risk of nutritional problems that may affect their future reproductive health. SMAN 06 Makassar does not yet have a structured nutritional and reproductive health screening program for the early detection of such problems. This community service activity aimed to identify the nutritional status and age at menarche of adolescent girls as a preventive measure against reproductive nutrition problems. The activity was conducted in December 2025 and involved 57 female students from grades X and XI. Screening was carried out through anthropometric measurements, including body weight, height, and mid-upper arm circumference (MUAC), as well as structured interviews regarding menarche history. Nutritional status assessment based on the WHO AnthroPlus BMI-for-age indicator showed that most students had normal nutritional status (73.7%). However, MUAC measurements identified that 26.3% of the students were at risk of Chronic Energy Deficiency (CED). Regarding reproductive health, the majority of respondents experienced menarche at the normal age range of 12–14 years (90.9%), while the proportions of early and delayed menarche were 3.6% and 5.5%, respectively. These findings indicate that regular screening of nutritional status and age at menarche can serve as an effective early detection strategy for identifying reproductive nutrition problems among adolescent girls, enabling timely and appropriate interventions.