Novita Fitriyani
Universitas Veteran Bangun NUsantara Sukoharjo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) UNTUK MENUMBUHKAN AKTIVITAS KOLABORATIF PENDIDIKAN PANCASILA SISWA SEKOLAH DASAR Novita Fitriyani; Dwi Anggraeni Siwi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.13216

Abstract

ABSTRACT The study aims to describe the application of Cullturally Responsive Teaching (CRT) to foster collaborative activities in Pancasila Education learning for elementary school student. This research uses a qualitative descriptive aaproach. The research was conducted at SD Negeri 02 Ngepungsari, Karanganyar Regency. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data validity was ensured trough source triangulation, technique triangulation, and time triangulation. Data Analysis used the interactive model of Miles And Huberman, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result show that: (1) The application of CRT in Pancasila Education was carried out through three stages: planning, implementation, and closing. In the planning stage, the teacher prepared teaching modules and learning media in the form of videos and three dimensional dioramas decipting the diversity of Indonesian culture. In the implementation stage, the teacher connected the learning material with students’s daily lives and local cultural backgrounds. In the closing stage, the teacher led students in summarizing the material together. (2) Students’s collaborative activities, where students actively exchanged opinions, cooperated in completing tasks, and showed attitudes og mutual respect. It is concluded that the application of CRT effectively fosters collaborative activities and strengthens the internalization of Pancasila values in elementary scholl students
Efektivitas Pembelajaran Membatik Terhadap Pengelolaan Sosial Emosional Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Jombor 01 Sukoharjo Paramitta Purbosari; Freshyanta Aulia; Amalia Enjang; Novita Fitriyani
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v5i2.1863

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh kegiatan membatik terhadap perkembangan sosio-emosional siswa sekolah dasar, dengan menekankan pelestarian warisan budaya Indonesia melalui praktik pendidikan yang menarik. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur di SDN Jombor 1, yang melibatkan interaksi langsung dengan siswa dan guru untuk menangkap fenomena waktu nyata. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan membatik secara signifikan meningkatkan aspek sosio-emosional, termasuk pengaturan emosi, interaksi sosial, kesabaran, kreativitas, dan kepercayaan diri. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan untuk mengelola frustrasi selama proses waxing dan pewarnaan, menumbuhkan perilaku prososial seperti empati dan kerja sama, serta mengembangkan ketahanan melalui tugas-tugas yang berulang dan menuntut keterampilan. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan keahlian guru diidentifikasi sebagai hambatan potensial. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa membatik berfungsi sebagai alat pendidikan holistik yang efektif untuk membangun karakter dan pelestarian budaya, yang mendorong keseimbangan psikologis dan nilai-nilai sosial di kalangan pelajar muda. Rekomendasi untuk studi mendatang meliputi perluasan sampel di berbagai wilayah, integrasi teknologi digital, dan analisis komparatif antara metode tradisional dan inovatif untuk menilai ketahanan emosional jangka panjang. Studi ini berkontribusi pada wacana tentang integrasi seni budaya ke dalam pendidikan anak usia dini untuk pertumbuhan sosio-emosional yang berkelanjutan.