Penelitian ini menyelidiki pengaruh kegiatan membatik terhadap perkembangan sosio-emosional siswa sekolah dasar, dengan menekankan pelestarian warisan budaya Indonesia melalui praktik pendidikan yang menarik. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur di SDN Jombor 1, yang melibatkan interaksi langsung dengan siswa dan guru untuk menangkap fenomena waktu nyata. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan membatik secara signifikan meningkatkan aspek sosio-emosional, termasuk pengaturan emosi, interaksi sosial, kesabaran, kreativitas, dan kepercayaan diri. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan untuk mengelola frustrasi selama proses waxing dan pewarnaan, menumbuhkan perilaku prososial seperti empati dan kerja sama, serta mengembangkan ketahanan melalui tugas-tugas yang berulang dan menuntut keterampilan. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan keahlian guru diidentifikasi sebagai hambatan potensial. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa membatik berfungsi sebagai alat pendidikan holistik yang efektif untuk membangun karakter dan pelestarian budaya, yang mendorong keseimbangan psikologis dan nilai-nilai sosial di kalangan pelajar muda. Rekomendasi untuk studi mendatang meliputi perluasan sampel di berbagai wilayah, integrasi teknologi digital, dan analisis komparatif antara metode tradisional dan inovatif untuk menilai ketahanan emosional jangka panjang. Studi ini berkontribusi pada wacana tentang integrasi seni budaya ke dalam pendidikan anak usia dini untuk pertumbuhan sosio-emosional yang berkelanjutan.