Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENGENDALIAN PEMBAKARAN SAMPAH MELALUI MEDIA INFOGRAFIS DALAM MENDUKUNG SDGS DAN KONSERVASI LINGKUNGAN Mila Sintia; Rita Kusumah; Pepih Nurhalipah; Ridha Amalia; Reta Aulia Unisa; Fahmi Ramadhan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15012

Abstract

Pembakaran sampah secara terbuka masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang sering ditemukan di masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. Praktik ini dianggap sebagai cara yang mudah dan cepat untuk mengurangi volume sampah rumah tangga, padahal dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pembakaran sampah melalui media infografis sebagai upaya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dan konservasi lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kadugede dengan sasaran masyarakat yang masih melakukan pembakaran sampah secara terbuka. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, pembuatan media infografis, sosialisasi secara door-to-door , serta evaluasi kegiatan secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami dampak pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan setelah diberikan edukasi menggunakan media infografis. Kegiatan ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan tentang kehidupan sehat dan sejahtera, udara bersih dan sanitasi layak, serta kota dan organisasi berkelanjutan. Media infografis dinilai efektif karena mampu menyampaikan informasi secara visual, menarik, dan mudah dipahami masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dapat terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Intervensi Desain Tempat Sampah Berbasis Upcycling Sebagai Solusi Keterbatasan Infrastruktur PHBS Di Sekolah Dasar Ayu Ningsih; Nika Cahyati; Dhiyaa Abdillah Ghiffara; Ridho Juliano; Joni Riki Ramdani; Lia Nur’ Ahmalia; Ridha Amalia; Mona Amalia Agustina; Reka Habibah; Erni Yunizar; Aril Umarul Faruq; Kiki Nurul Aeni; Lucky Ubaidillah Faqih; Rio Saputra; Muhammad Zakky Muttaqien; Chintya Dewiningtias; Nazwa Nafisatul Fuadah; Neng Vina Berliana; Mohamad Imammubin Nugraha; Ramanda Firgiyawan; Muhamad Ilham Fauzi; Akbar Maulana
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 5 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i5.2931

Abstract

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar masih menghadapi kendala keterbatasan sarana pendukung, khususnya fasilitas pemilahan sampah sebagai salah satu enabling factor. Kondisi tersebut juga ditemukan di SDN 2 Selajambe yang mengalami keterbatasan ketersediaan tempat sampah pilah akibat terbatasnya anggaran operasional sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui intervensi desain tempat sampah berbasis upcycling sekaligus meningkatkan pemahaman warga sekolah mengenai pemilahan sampah sebagai bagian dari penerapan PHBS. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan sarana, sosialisasi dan edukasi PHBS serta pemilahan sampah, perancangan dan pembuatan tempat sampah pilah berbasis material bekas, serta evaluasi penerapan di lingkungan sekolah. Tempat sampah dirancang dengan memanfaatkan enam galon air mineral bekas, tiga meter ram kawat, dan kabel ties. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa desain tempat sampah berbasis upcycling dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sarana pemilahan sampah yang sederhana, fungsional, dan ekonomis. Ram kawat berfungsi sebagai penguat dan pelindung galon sekaligus memungkinkan siswa memantau kondisi dan kapasitas tempat sampah. Penggunaan kode warna yang kontras, yaitu hijau, hitam, dan merah, serta pemasangan poster edukasi memberikan penanda visual yang membantu siswa mengenali kategori tempat sampah dan memahami pentingnya pemilahan sampah. Intervensi ini juga memberikan alternatif solusi terhadap keterbatasan infrastruktur PHBS dengan memanfaatkan material bekas yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, desain tempat sampah berbasis upcycling berpotensi diterapkan sebagai inovasi sarana pendukung PHBS yang murah, mudah dibuat, dan dapat direplikasi pada sekolah dengan keterbatasan anggaran.