Ilyas
Universitas Megabuana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SMK NEGERI 8 LUWU KECAMATAN LAROMPONG SELATAN KABUPATEN LUWU Ferawati; Ilyas; Tenri Sau
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaannya di SMK Negeri 8 Luwu Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator P5, guru, dan guru piket yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldan˃a yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah telah dilaksanakan melalui tiga dimensi utama, yaitu menetapkan misi sekolah, mengelola program pembelajaran, dan mengembangkan iklim pembelajaran yang positif. Pelaksanaan ketiga dimensi tersebut memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru, terutama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil belajar, serta pengembangan profesional guru. Faktor pendukung kepemimpinan instruksional meliputi komitmen kepala sekolah, kompetensi dan kemauan guru untuk berkembang, kerja sama antarwarga sekolah, budaya sekolah yang positif, serta dukungan sarana pembelajaran. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, beban administrasi guru, perbedaan kemampuan penguasaan teknologi, keterbatasan kesempatan mengikuti pelatihan, dan keterbatasan anggaran sekolah.