Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Teknik Solution Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling keluarga terhadap psychological well-being siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Kibin. Penelitian ini di dasarkan terhadap pentingnya kesejahteraan psikologis siswa sebagai salah satu faktor pendukung dalam aspek sosial, emosional, dan akademik. Adapun permasalahan yang sering muncul pada siswa remaja awal, seperti rendahnya kepercayaan diri, kurungnya dukungan keluarga, serta kesulitan dalam mengelola emosi dapat mempengaruhi tingkat psychological well-being mereka. Teknik SFBC dipilih karena berfokus pada mencari solusi, kekuatan, dan potensi yang dimilik masing-masing individu serta melibatkan peran keluarga dalam proses konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental desain one group pretest-posttest.. Adapun subjek penelitiannya yaitu siswa kelas VII yang memiliki tingkat psychological well-being rendah berdasarkan hasil asesmen awal. Data dikumpulkan menggunakan skala psychological well-being, observasi, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan melalui layanan konseling keluarga dengan menerapkan teknik-teknik SFBC, seperti miracle question, scaling question, dan exception question. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan tingkat psychological well-being sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik SFBC dalam konseling keluarga memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan psychological well-being siswa. Terjadi peningkatan skor skor rata-rata psychological well-being setelah mengikuti proses konseling, yang ditunjukkan oleh meningkatnya kemampuan siswa dalam menerima diri, menjalin hubungan positif dengan orang lain, mengelola lingkungan, memiliki tujuan hidup, serta meningkatkan kemandirian dan pengembangan diri. Dengan demikian, teknik SFBC dalam konseling keluarga dapat menjadi salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling yang efektif untuk meningkatkan psychological well-being siswa di sekolah.