Penelitian ini bertujuan menganalisis peran umpan balik guru pamong dalam pengembangan kompetensi pedagogik mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada praktik pembelajaran terbimbing di SDN 06 Padang Besi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan dua guru pamong dan enam mahasiswa PPG yang ditempatkan di kelas II dan kelas V. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pamong memberikan umpan balik dalam bentuk lisan dan tertulis melalui tahap pre-conference, pencatatan selama praktik, dan post-conference, dengan karakteristik yang disesuaikan pada setiap jenjang kelas: pengelolaan kelas dan emosi peserta didik pada kelas rendah (II), serta kedalaman materi, pembelajaran bermakna (deep learning), dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada kelas tinggi (V). Mahasiswa memanfaatkan umpan balik tersebut untuk merevisi modul ajar dan memperbaiki praktik mengajar pada setiap siklus. Rata-rata nilai penyusunan perangkat pembelajaran meningkat dari 84,58 pada siklus I menjadi 91,88 pada siklus III, sedangkan keterampilan mengajar meningkat dari 84,79 menjadi 91,46. Faktor pendukung meliputi komunikasi dua arah yang terbuka dan instrumen observasi yang terstruktur, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembimbingan dan perbedaan karakteristik peserta didik pada setiap jenjang. Temuan ini menegaskan bahwa umpan balik guru pamong yang konstruktif berperan penting dalam penguatan kompetensi pedagogik mahasiswa PPG.