Sheila Silvia Permatasari
National Cheng Kung University, Taiwan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Literasi Teknologi, Pengetahuan Digital Ekonomi, dan Cashless Society Terhadap Perilaku Keuangan Dengan Literasi Akuntansi Sebagai Pemoderasi Kiko Armenita Julito; Nisa Tiana; Sheila Silvia Permatasari; Khalisah Visiana Subekti
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 11, No 1 (2026): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v11i1.9581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Literasi Teknologi, Pengetahuan Digital Ekonomi, Cashless society, dan Literasi Akuntansi terhadap Perilaku Keuangan. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring kepada 150 responden yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum yang telah menggunakan layanan keuangan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua variabel, yaitu cashless society dan literasi akuntansi, yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Sementara itu, literasi teknologi dan pengetahuan digital ekonomi tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Selain itu, literasi akuntansi juga tidak memperkuat hubungan antara ketiga variabel tersebut terhadap perilaku keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun masyarakat semakin akrab dengan teknologi dan ekonomi digital, pemahaman tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan perilaku pengelolaan keuangan yang baik tanpa adanya kesadaran dan kebiasaan finansial yang disiplin. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi lembaga pendidikan dan keuangan untuk memperkuat literasi akuntansi serta mengintegrasikannya dengan praktik keuangan digital guna membentuk perilaku finansial yang rasional dan berkelanjutan.
Fintech Peer-To-Peer (P2P) Lending: Explanation For The Issues In Indonesia Kiko Armenita Julito; Sheila Silvia Permatasari; Safira Zakkiyah Dwi Santosa
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 10, No 2 (2025): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v10i2.9078

Abstract

Financial technology (fintech) in Indonesia is developing rapidly. This is demonstrated by the acceleration of digital development and transformation in this country. The interaction between society and financial services has evolved very quickly over the last few years. On October 9, 2023, there were 101 companies as the total of Fintech peer-to-peer lending companies which listed at Otoritas Jasa Keuangan (OJK) or Financial Service Authority. However, from 2018 to 2023, OJK was recorded as having blocked 6,680 illegal fintech lending companies. The illegal Fintech lending companies have many risks. This research will observe several fintech lending problems in Indonesia along with the explanations of why these things occur. A qualitative approach will be used as a method in this research with NVIVO 14 software as a tool for analyzing data. The results of this study have provided an explanation of several problems that occur in Indonesia regarding FinTech P2P lending. Several of these problems are outlined into five points including: unclear admin fees; illegal access obtained from borrowers; threats, slander, fraud, sexual harassment; data misuse, high interest rates without limits.