Kesulitan keuangan (financial distress) merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan operasional perusahaan, khususnya pada industri yang mengalami tekanan struktural yang persisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, dan suku bunga terhadap kondisi financial distress pada perusahaan sub sektor alas kaki serta tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017–2022. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif-verifikatif dengan teknik purposive sampling yang menghasilkan 13 perusahaan sebagai sampel. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan model fixed effect. Financial distress diukur menggunakan Z-Score Altman, di mana nilai lebih tinggi mencerminkan kondisi keuangan yang lebih sehat. Hasil penelitian membuktikan bahwa secara parsial, profitabilitas berpengaruh signifikan dan searah terhadap skor kesehatan keuangan (mengurangi distress), leverage berpengaruh signifikan dan berlawanan arah terhadap skor tersebut (memperburuk distress), serta ukuran perusahaan berpengaruh signifikan namun dengan pola yang kontekstual pada industri yang tertekan secara struktural, aset berskala besar tanpa efisiensi operasional justru memperbesar eksposur financial distress. Suku bunga tidak terbukti berpengaruh signifikan, mengindikasikan dominasi faktor fundamental internal atas variabel makroekonomi dalam menentukan ketahanan finansial perusahaan sampel. Secara simultan, keempat variabel mampu menjelaskan lebih dari 95 persen variasi kondisi financial distress. Implikasi manajerial penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan profitabilitas yang substansial, restrukturisasi utang yang terencana, dan optimalisasi efisiensi aset sebagai strategi utama pencegahan financial distress dari perspektif manajemen keuangan korporasi.