Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Video Profil Desa Pucang sebagai Sarana Promosi Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Peningkatan Ekonomi Masyarakat Nuskha Ilma Arini; Fesa Kristianto; Supardi
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.561

Abstract

Desa Pucang merupakan sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kerajinan tanduk, kayu dan tempurung yang akan diolah menjadi produk kerajinan. Produk kerajinan kayu yang dijual oleh UMKM Desa Pucang berupa sendok nasi, serok, penjepit, sisir, garpu dan suvenir. Saat ini pemasaran produknya menggunakan sistem offline ke berbagai kota besar di Indonesia yaitu Solo, Semarang, Yogyakarta dan Jakarta. Akan tetapi dengan situasi pandemi Covid-19 membuat penjualan UMKM desa Pucang menurun. Adanya pandemi ini memaksa perubahan pola belanja dari offline menjadi online sehingga merubah proses pemasarannya. Oleh karena itu, untuk merubah proses pemasarannya diperlukan media-media penunjang salah satunya video profil Desa Pucang. Pengumpulan data untuk pembuatan video profil dilakukan melalui dokumentasi foto dan video serta didukung dengan data dari internet. Video ini berupa video interaktif dengan konsep gaya desain modern. Untuk video profil Desa Pucang dapat diakses pada media sosial Youtube dengan nama channel Manajemen Bisnis Industri Furnitur. Dampak dari adanya video profil ini adalah kemudahan dalam mengakses informasi Desa Pucang sehingga dapat meningkatkan penjualan UMKM Desa Pucang.
Penerapan Prinsip 5S untuk Mengurangi Waste Motion dalam Proses Layanan Galon R-Water Fredy Sumasto; Sri Hasyib Saputri; Rifqi Syahputra Awani; Aldi Maulana; Kristofer Simanjuntak; Ahlan Ismono; Supardi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to reduce waste in the R-WaterFilling Service Small and Medium Enterprises (SMEs) by applying the principles of Lean Manufacturing, specifically 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). The main problem identified is the length of service time caused by waste, which often hinders the achievement of daily sales targets. Through the Lean Manufacturing approach, we mapped and identified waste through Value Stream Mapping and Process Activity Mapping. The results of Value Stream Mapping show that R-Water's service process lead time is 822.22 seconds. Waste identification revealed the existence of waste motion in filling gallons of water. Based on these findings, root cause analysis was conducted using the Lean Manufacturing 5 Whys approach. The improvement phase was based on the root cause and applied the 5S principles. This improvement's results significantly impacted, reducing the lead time to 750.2 seconds. This research makes an essential contribution to minimizing waste in the service process, which in turn improves operational efficiency and helps achieve set sales targets.
Probabilistic Modeling of Occupational Health and Safety Culture Influence on Operational Safety in Petrochemical and Oil and Gas Facilities Using Bayesian Networks Supardi; Jerry; Denny Hendrik Nainggolan
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 49 No 2 (2026)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.v49i2.2097

Abstract

The oil and gas and petrochemical industries are characterized by high-risk operations involving complex processes, hazardous materials, and diverse working conditions. Therefore, a strong Occupational Health and Safety (OHS) culture is essential to promote operational safety. This study examines the effect of OHS culture on operational safety using probabilistic analysis based on Bayesian Network modeling. A quantitative explanatory research design is employed, with data collected from 78 industrial placement students at Politeknik Industri Petrokimia Banten who work in production and maintenance facilities of high-risk petrochemical and oil and gas companies in the industrial area of Cilegon, Banten, Indonesia. OHS culture is measured through four dimensions: management commitment, safety communication, risk awareness, and safety participation. Operational safety is assessed using indicators of safety behavior and near-miss reporting. The results show that OHS culture plays a significant role in determining operational safety, with safety communication exerting the greatest influence on safety performance. Probabilistic inference indicates that higher levels of OHS culture lead to safer operating conditions, while inadequate communication contributes significantly to poor safety performance. Sensitivity analysis further identifies communication as a key determinant of safety behavior and risk management.  
Peningkatan Kesiapan Kerja Mahasiswa Melalui Penguatan Pengetahuan K3 dan Implementasi 5S di Politeknik Industri Petrokimia Banten Supardi Supardi; Ismi Sujastika; Dian Sugiarti
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i2.9134

Abstract

Kesiapan kerja mahasiswa pada perguruan tinggi vokasi merupakan faktor kunci dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Namun, masih ditemukan mahasiswa yang belum sepenuhnya siap menghadapi budaya kerja industri, khususnya dalam aspek keselamatan kerja dan kedisiplinan lingkungan kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa melalui penguatan pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta implementasi konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) di Politeknik Industri Petrokimia Banten. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi kuantitatif (pre-test/post-test) dan kualitatif pada 45 mahasiswa peserta yang akan melaksanakan praktik kerja industri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata skor pemahaman K3 dari 62,4 menjadi 87,2, serta tingkat kepatuhan implementasi 5S yang mencapai 89%. Pembiasaan 5S juga mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih disiplin, tertib, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan K3 dan implementasi 5S secara terintegrasi efektif dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa vokasi di lingkungan industri berisiko tinggi.