Yuli Herianto
Universitas Utpadaka Swastika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Manajemen Piutang di Tengah Krisis: Apakah Financial Distress Mendorong Agresivitas Kredit dengan Peran Moderasi Kualitas Audit pada Perusahaan Manufaktur? Yuli Herianto; Paula Theodora; RR Prima Dita Hapsari
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1210

Abstract

Di tengah volatilitas ekonomi, strategi pengelolaan modal kerja yang efektif menjadi penentu utama kelangsungan hidup perusahaan, terutama dalam menghadapi dinamika kebijakan piutang dagang saat krisis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh financial distress dan financing constraint terhadap trade credit provision, serta menguji kemampuan audit quality sebagai variabel moderasi. Meskipun studi terdahulu menunjukkan hasil inkonsisten, riset ini mengisi celah teoretis dengan menguji substitution logic di emerging market serta potensi kegagalan peran audit quality sebagai mekanisme monitoring saat krisis. Populasi penelitian mencakup perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode krisis dan pemulihan ekonomi tahun 2019 hingga 2024. Dengan metode purposive sampling, diperoleh total sampel akhir sebanyak 118 data observasi setelah penanganan data ekstrem. Teknik analisis yang diterapkan adalah regresi data panel melalui program EViews 12. Hasil pengujian empiris menunjukkan bahwa financial distress berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyediaan kredit perdagangan, sedangkan financing constraint tidak memiliki pengaruh nyata. Lebih lanjut, audit quality terbukti gagal memoderasi kedua hubungan tersebut sehingga diklasifikasikan sebagai non-moderator. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya manajemen perusahaan untuk memitigasi risiko likuiditas melalui pengetatan kebijakan kredit, evaluasi kelayakan pelanggan secara berkala, serta penguatan manajemen kas guna menjaga kelangsungan usaha.