Perkembangan teknologi informasi pada era digital menuntut proses pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah peserta didik. Namun, pembelajaran Informatika di SMA X masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya keaktifan siswa, kurangnya keterkaitan materi dengan kehidupan nyata, serta hasil belajar yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Informatika melalui penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis kearifan lokal Papua. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMA X dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning berbasis kearifan lokal Papua mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pada Siklus I, persentase ketuntasan belajar mencapai 50% dengan nilai rata-rata 70,41. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, persentase ketuntasan meningkat menjadi 88% dengan nilai rata-rata 79,66. Terjadi peningkatan ketuntasan belajar sebesar 38% dari Siklus I ke Siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning berbasis kearifan lokal Papua efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap budaya lokal sebagai bagian dari pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.