Munif Widodo
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembangunan Sumber Daya Manusia Menyongsong Era Globalisasi Di Kabupaten Jember: Human Resource Development in Facing the Era of Globalization in Jember Regency Munif Widodo
Fenomena Vol 1 No 1 (2002): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v1i1.275

Abstract

The critical phenomenon underpinning this research is the low quality of human resources in Jember Regency, indicated by the dominance of elementary school graduates (24.12%) and only 0.62% university graduates, alongside limited access to healthcare and skills training. Theoretically, human resource development is positioned as a key pillar of national development, aligned with the UNDP concept emphasising productivity, equity, sustainability, and empowerment. This study aims to examine the strategic efforts needed in education, health, and skills development to face the era of globalisation in Jember Regency. A qualitative descriptive method with a survey design was employed, involving respondents from BAPPEDA, district heads, village chiefs, and academics, using observation, questionnaires, documentation, and focus group discussions. The findings reveal that health services and formal education remain uneven, while skills training is not yet oriented towards labour market demands. In conclusion, improving human resource quality is urgent and requires demand-driven training reform, prioritised health interventions, and better linkage between education policies and employment needs. Fenomena krusial yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Jember, terindikasi dari dominasi lulusan SD (24,12%) dan hanya 0,62% lulusan S1, serta keterbatasan akses kesehatan dan keterampilan. Secara teoretis, pembangunan SDM diposisikan sebagai pilar utama pembangunan nasional, sejalan dengan konsep UNDP yang menekankan produktivitas, pemerataan, keberlanjutan, dan pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya-upaya strategis yang diperlukan dalam pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan keterampilan untuk menyongsong era globalisasi di Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan survei, melibatkan responden dari BAPPEDA, camat, kepala desa, dan akademisi, serta teknik observasi, kuesioner, dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan kesehatan dan pendidikan formal masih belum merata, sementara pelatihan keterampilan belum berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Kesimpulannya, peningkatan kualitas SDM mutlak dilakukan melalui reformasi pelatihan berbasis permintaan pasar kerja, dengan rekomendasi perlunya penajaman prioritas kesehatan dan penyelarasan kebijakan pendidikan dengan ketenagakerjaan.
Islam Dan Transformasi Budaya Keluarga Pemulung Di Kota Administratif Jember: Islam and the Cultural Transformation of Scavenger Families in Jember Administrative City Munif Widodo
Fenomena Vol 2 No 1 (2003): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v2i1.325

Abstract

The socioeconomic marginalization of urban scavenger communities often obscures the role of Islamic values in shaping their daily lives, creating a disconnect between religious doctrine and cultural practice. This study is grounded in the broader discourse on Islam and cultural transformation, particularly among informal-sector workers in Indonesia’s urban poor. The research aims to examine how Islamic perspectives are integrated into the cultural practices of scavenger families in Jember and to identify which cultural aspects hinder or support Islamic development programs. A qualitative-descriptive method was employed, involving observations, interviews, and documentation with 50 respondents from the scavenger community. The findings reveal that most scavengers are economic migrants whose daily activities are dominated by survival needs, while religious practices remain minimal and ceremonial. Although they view poverty as divine destiny, they maintain strong work ethics and optimism. However, formal worship and communal religious participation are limited by time constraints and low religious literacy. The study concludes that Islamic development programs for scavenger families must consider their economic realities and culturally specific understandings of religion, and recommends context-sensitive dakwah approaches that integrate material and spiritual empowerment Marginalisasi sosial-ekonomi komunitas pemulung perkotaan sering mengaburkan peran nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan kesenjangan antara doktrin agama dan praktik budaya. Penelitian ini berlandaskan wacana tentang Islam dan transformasi budaya, khususnya pada sektor informal di kalangan masyarakat miskin perkotaan Indonesia. Penelitian bertujuan mengkaji bagaimana perspektif keislaman menjadi unsur pola budaya keluarga pemulung di Kota Jember dan segi-segi budaya mana yang menjadi kendala atau pendukung program pengembangan Islam. Metode deskriptif kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 50 responden dari komunitas pemulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pemulung adalah urbanis yang didorong faktor ekonomi, sehingga aktivitas ekonomi mendominasi keseharian mereka, sementara aktivitas keagamaan relatif kecil dan bersifat seremonial. Meskipun mereka memandang kemiskinan sebagai takdir Tuhan, mereka tetap memiliki etos kerja tinggi dan optimisme. Namun, ibadah formal dan partisipasi keagamaan sangat terbatas karena kesibukan dan rendahnya literasi agama. Penelitian menyimpulkan bahwa program pengembangan Islam bagi keluarga pemulung harus mempertimbangkan realitas ekonomi dan pemahaman budaya mereka, serta merekomendasikan pendekatan dakwah kontekstual yang mengintegrasikan pemberdayaan material dan spiritual.
Dampak Pemberian Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja, Komitmen, dan Prestasi Karyawan pada Organisasi: Studi Kasus di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jember: The Impact of Compensation on Employee Job Satisfaction, Commitment, and Performance in Organizations: A Case Study at Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jember Branch Munif Widodo
Fenomena Vol 5 No 2 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i2.392

Abstract

Employee dissatisfaction with compensation is a critical issue that leads to low organizational commitment and job performance, particularly in the banking industry, which demands high productivity. Grounded in compensation theory, job satisfaction, and organizational commitment, this study examines how satisfaction with material, social, and activity compensation affects organizational commitment and employee performance. The study involved 40 randomly selected respondents from a population of 68 employees at PT. Bank Rakyat Indonesia Jember Branch and was analyzed using multiple linear regression at a significance level of α=0.05. The findings reveal that satisfaction with material and social compensation significantly influences employee loyalty, willingness to work hard, and pride in the organization, which in turn positively affects job performance. However, activity compensation was not found to have a significant partial effect. In conclusion, companies should prioritize improving material and social compensation to strengthen commitment and performance and recommend a reevaluation of activity compensation implementation. Ketidakpuasan karyawan terhadap kompensasi menjadi fenomena krusial yang berdampak pada rendahnya komitmen organisasional dan prestasi kerja, terutama dalam industri perbankan yang menuntut produktivitas tinggi. Berlandaskan teori kompensasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasional, penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kepuasan terhadap kompensasi material, sosial, dan aktivitas terhadap komitmen organisasional serta prestasi kerja karyawan. Penelitian dilakukan pada 40 responden dari total populasi 68 karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jember yang dipilih secara acak, dengan analisis menggunakan regresi linier berganda pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan terhadap kompensasi material dan sosial secara signifikan mempengaruhi kesetiaan, kemauan bekerja keras, dan kebanggaan terhadap organisasi, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap prestasi kerja karyawan. Namun, kompensasi aktivitas tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan secara parsial. Kesimpulannya, perusahaan perlu memprioritaskan peningkatan kompensasi material dan sosial untuk memperkuat komitmen dan prestasi kerja karyawan, serta merekomendasikan evaluasi ulang terhadap implementasi kompensasi aktivitas.
Pengaruh Konflik terhadap Kinerja Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri (STAIQOD) Jember: The Influence of Conflict on the Performance of Lecturers at the Al-Qodiri Islamic Higher Education Institute (STAIQOD) Jember Munif Widodo
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.403

Abstract

Workplace conflict remains a critical issue in higher education institutions, as it can either hinder or enhance employee performance if not managed properly. This study examines the influence of personal, interpersonal, and organizational conflict on lecturer performance at STAI Al-Qodiri Jember, a private Islamic college under a pesantren foundation. The research aims to analyze both the simultaneous and partial effects of these three conflict types on performance and to identify the dominant variable. A quantitative approach was employed using multiple linear regression analysis in SPSS version 10.00, based on data collected from 22 lecturers through questionnaires, interviews, and documentation. The results show that all three conflict variables together explain 73.10% of the variance in lecturer performance. Partially, personal conflict has the strongest negative effect (coefficient -0.224, contribution 47.93%), followed by interpersonal conflict (-0.126, 21.95%) and organizational conflict (-0.107, 4.96%). The study concludes that personal conflict is the most dominant factor reducing lecturer performance and recommends that institutional leaders continuously evaluate and reduce personal conflicts by aligning tasks with lecturers’ character, attitudes, and personality to enhance overall performance. Konflik dalam dunia kerja merupakan isu krusial di lembaga pendidikan tinggi karena dapat menghambat kinerja jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini mengkaji pengaruh konflik pribadi, konflik antar pribadi, dan konflik organisasi terhadap kinerja dosen di STAI Al-Qodiri Jember, sebuah perguruan tinggi swasta Islam di bawah naungan pondok pesantren. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh simultan dan parsial ketiga jenis konflik terhadap kinerja, serta mengidentifikasi variabel yang paling dominan. Metode kuantitatif digunakan dengan analisis regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 10.00, berdasarkan data dari 22 dosen melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel konflik secara simultan mempengaruhi kinerja dosen sebesar 73,10%. Secara parsial, konflik pribadi memiliki pengaruh negatif paling kuat (koefisien -0,224, kontribusi 47,93%), diikuti konflik antar pribadi (-0,126; 21,95%) dan konflik organisasi (-0,107; 4,96%). Kesimpulannya, konflik pribadi merupakan faktor paling dominan dalam menurunkan kinerja dosen. Disarankan agar pimpinan lembaga terus mengevaluasi dan meredam konflik pribadi dengan menyesuaikan tugas terhadap karakter, sikap, dan kepribadian dosen guna meningkatkan kinerja.