St. Rodliyah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bimbingan dan Penyuluhan Agama terhadap Narapidana di Rumah Tahanan Negara Ponorogo Tahun 2004: Religious Guidance and Counseling for Inmates at the State Detention Center of Ponorogo in 2004 St. Rodliyah
Fenomena Vol 4 No 2 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v4i2.370

Abstract

Implementing religious guidance and counseling for inmates is a crucial issue in the correctional system, as it helps restore their self-esteem and spiritual and mental health as individuals and citizens. This research addresses the need for a faith- and piety-based approach to mental development. The study aims to describe the implementation, supporting and inhibiting factors, and outcomes of religious guidance and counseling at the Ponorogo State Detention Center. A qualitative-descriptive case study design was employed, using in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The findings indicate that guidance is conducted twice a week through religious lectures, Quranic recitation, and congregational prayers. It is supported by high staff motivation but hindered by limited facilities and counselors. The outcomes include inner peace (spiritual) and physical fitness among inmates. In conclusion, religious guidance and counseling are essential and should be enhanced through facility improvements, stricter supervision, and staff role modeling. Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan agama bagi narapidana merupakan isu krusial dalam sistem pemasyarakatan karena berperan memulihkan harga diri dan mental spiritual mereka sebagai individu dan warga negara. Penelitian ini didasarkan pada kebutuhan pendekatan pembinaan mental melalui nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil bimbingan dan penyuluhan agama di Rumah Tahanan Negara Ponorogo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan rancangan studi kasus, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan berlangsung dua kali seminggu melalui ceramah agama, mengaji Al-Qur’an, dan sholat berjamaah, didukung motivasi tinggi dari petugas namun terhambat keterbatasan sarana dan tenaga penyuluh. Wujud keberhasilan meliputi ketenangan jiwa (rohani) dan kebugaran jasmani narapidana. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa bimbingan dan penyuluhan agama sangat diperlukan dan perlu ditingkatkan melalui pemenuhan fasilitas serta penguatan pengawasan dan keteladanan petugas.
Implikasi Penanaman Nilai-Nilai Dasar Agama Islam terhadap Perilaku Anak di Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Amien Jember: The Implications of Instilling the Fundamental Values of Islam on Children's Behavior at Al-Amien Kindergarten, Jember St. Rodliyah
Fenomena Vol 6 No 2 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i2.415

Abstract

The current era of globalization has led to a decline in moral attitudes among children, including rising cases of depression and suicidal behavior, despite advances in intellectual development. This study aims to analyze the implications of instilling basic Islamic values on children's behavior at TK "Al-Amin" Jember, focusing on the learning models, methods, and materials used. Employing a descriptive qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman's interactive model. The findings reveal that eight learning models (child development-oriented, thematic, play-based, etc.) and six methods (exemplary, habituation, storytelling, advice, pictures, and play) were applied. The materials covered aqidah (six pillars of faith), sharia (halal, haram, and five pillars of Islam), and akhlak (moral etiquette). The results show a significant positive impact on children's behavior both at school and at home, characterized by religious discipline, politeness, and responsibility. The study concludes that early Islamic value cultivation forms a strong moral foundation and recommends that schools enhance religious facilities, teachers increase creativity and patience, and parents consistently guide and monitor children's behavior at home. Era globalisasi saat ini telah menyebabkan penurunan sikap moral pada anak, termasuk meningkatnya kasus depresi dan perilaku bunuh diri, meskipun terjadi kemajuan intelektualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi penanaman nilai-nilai dasar agama Islam terhadap perilaku anak di TK "Al-Amin" Jember, dengan fokus pada model, metode, dan materi pembelajaran. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa diterapkan delapan model pembelajaran (berorientasi perkembangan anak, tematik, bermain sambil belajar, dll.) dan enam metode (keteladanan, pembiasaan, cerita, nasehat, gambar, dan bermain). Materi yang diberikan mencakup akidah (enam rukun iman), syariah (halal, haram, dan lima rukun Islam), serta akhlak (sopan santun). Hasilnya menunjukkan implikasi positif yang signifikan terhadap perilaku anak baik di sekolah maupun di rumah, yang ditandai dengan disiplin religius, kesopanan, dan tanggung jawab. Penelitian menyimpulkan bahwa penanaman nilai Islam sejak dini membentuk fondasi moral yang kuat dan merekomendasikan agar sekolah meningkatkan fasilitas keagamaan, guru meningkatkan kreativitas dan kesabaran, serta orang tua secara konsisten membimbing dan mengontrol perilaku anak di rumah.
Persepsi Masyarakat Terhadap Home Schooling: Studi tentang Penyelenggaraan Pendidikan Alternatif (Home Schooling) di Kabupaten Jember: Community Perceptions of Home Schooling: A Study on the Implementation of Alternative Education (Home Schooling) in Jember Regency St. Rodliyah
Fenomena Vol 9 No 1 (2010): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v9i1.459

Abstract

Nowadays, education development in Indonesia is enriched with the trend of home schooling. This familiar and efficient education method has been widely discussed by mass media, even though it has actually emerged for a long time. What do you think of home schooling? In home schooling, it does not mean that Indonesian children become lazy students or just relax at home. In line with the development of knowledge, especially in education, there are some learning methods which can be applied efficiently and even practically, one of which is home schooling. Nevertheless, can home schooling also give positive influence to the children’s mental? The people who run for home schooling system usually have their own community, in which they can socialize with each other. Even so, the term home schooling does not always mean that the children have to study at home. Perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini diperkaya dengan tren home schooling. Metode pendidikan yang familiar dan efisien ini telah dibahas secara luas oleh media massa, meskipun sebenarnya telah muncul sejak lama. Bagaimana pandangan Anda tentang home schooling? Dalam home schooling, tidak berarti anak-anak Indonesia menjadi siswa yang malas atau hanya bersantai di rumah. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, terutama dalam pendidikan, terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan secara efisien dan praktis, salah satunya adalah home schooling. Namun, apakah home schooling juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap mental anak? Orang-orang yang menerapkan sistem home schooling biasanya memiliki komunitas sendiri, di mana mereka dapat bersosialisasi. Namun, istilah home schooling tidak selalu berarti anak harus belajar di rumah.