Mahmudah Mahmudah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Persepsi Umat Islam Jember dalam Memutuskan Memilih Bank Syariah: Perceptions of the Muslim Community in Jember in Deciding to Choose an Islamic Bank Mahmudah Mahmudah
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.405

Abstract

The low market share of Islamic banks in Jember Regency, despite its Muslim-majority population, highlights a gap between market potential and actualization. This study examines Muslim perceptions of Islamic banks' operational principles, products, and services, and how these perceptions influence the decision to choose Islamic banks. A descriptive-correlational design was used, with 100 respondents from three sub-districts selected through stratified random sampling. Multiple linear regression analysis showed that perceptions of operational principles and products and services significantly influence the decision to choose Islamic banks (F-count 36.43 > F-table 2.35; significance 0.000). The R Square value of 42.9% indicates that these two variables explain nearly half of the variation in the decision. It is concluded that intensifying literacy and promotion of Islamic banking, especially regarding products and services, is necessary to strengthen market share in Muslim-dominant regions. Fenomena rendahnya pangsa pasar bank syariah di Kabupaten Jember, meskipun didominasi Muslim, mengindikasikan adanya kesenjangan antara potensi pasar dan realisasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi umat Islam terhadap prinsip operasional serta produk dan jasa bank syariah, serta pengaruhnya terhadap keputusan memilih bank syariah. Metode deskriptif korelasional diterapkan dengan sampel 100 responden dari tiga kecamatan (Kaliwates, Patrang, Sumbersari) melalui stratified random sampling. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa persepsi terhadap prinsip operasional dan produk/jasa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih bank syariah (F hitung 36,43 > F tabel 2,35; signifikansi 0,000). Nilai R Square 42,9% mengindikasikan kedua variabel tersebut menjelaskan hampir setengah dari variasi keputusan. Disimpulkan bahwa peningkatan literasi dan promosi bank syariah perlu diintensifkan, terutama pada aspek produk dan jasa, guna memperkuat pangsa pasar di wilayah dengan mayoritas Muslim.
Zuhud dan Etos Kerja Pengamal Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah: Asceticism and Work Ethic of the Practitioners of the Naqshbandiyah Khalidiyah Order Mahmudah Mahmudah
Fenomena Vol 6 No 2 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i2.411

Abstract

The widespread assumption that Sufi asceticism (zuhud) leads to worldly detachment and laziness has created a negative image of Sufi communities. This study examines the influence of zuhud on the work ethic among practitioners of the Naqsabandiyah Khalidiyah Tarekat at Surau Ghausil Amin I, Jember. Grounded in Islamic spiritual ethics and Max Weber’s distinction between mysticism and asceticism, the research aims to determine whether zuhud affects followers’ work productivity positively or negatively. A qualitative approach was employed, using interviews and documentary analysis, with data analyzed in a descriptive-reflective manner. The findings reveal that, as understood by the practitioners, zuhud does not mean renouncing the world or avoiding productive work. Instead, it signifies a mental state of not being overly attached to wealth and worldly pleasures while remaining devoted to Allah. Consequently, this concept fosters a strong work ethic, as followers view worldly life as a means to prepare for the hereafter and work sincerely for divine blessing. The study concludes that zuhud positively influences work ethic and recommends further research on Sufi orders’ contributions to economic productivity. Anggapan luas bahwa zuhud dalam tasawuf menyebabkan pengasingan diri dari dunia dan kemalasan telah menciptakan citra negatif terhadap komunitas sufi. Penelitian ini mengkaji pengaruh zuhud terhadap etos kerja pengamal Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah di Surau Ghausil Amin I, Jember. Berlandaskan etika spiritual Islam dan perbedaan tipologi Weber antara mistisisme dan asketisme, penelitian ini bertujuan mengetahui apakah zuhud berpengaruh negatif atau positif terhadap produktivitas kerja pengikut tarekat. Metode kualitatif digunakan melalui wawancara dan dokumentasi, dengan analisis deskriptif-reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zuhud bagi pengamal tarekat tidak berarti meninggalkan kehidupan dunia atau anti kemewahan, melainkan kondisi mental tidak terpengaruh oleh harta dan kesenangan duniawi dalam beribadah kepada Allah. Konsep ini justru memperkuat etos kerja karena mereka memandang dunia sebagai bekal menuju akhirat, bekerja dengan niat ikhlas mencari ridha Allah. Kesimpulannya, zuhud berpengaruh positif terhadap etos kerja. Penelitian lanjutan tentang kontribusi tarekat terhadap produktivitas ekonomi direkomendasikan.
Kesiapan Pengadilan Agama Jember dalam Melaksanakan UU No. 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama di Bidang Ekonomi Syariah: The Readiness of the Religious Court of Jember in Implementing Law Number 3 of 2006 Concerning the Amendment to Law Number 7 of 1989 on Religious Courts in the Field of Sharia Economic Affairs Mahmudah Mahmudah
Fenomena Vol 7 No 2 (2008): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v7i2.436

Abstract

Legal reform through Law No. 3 of 2006 expanded the absolute authority of Religious Courts to the field of sharia economics, which was not previously regulated under Law No. 7 of 1989. This change demands institutional readiness, particularly regarding human resources and judges' understanding of sharia economic disputes. This research aims to describe the readiness of the Jember Religious Court in implementing the law. Using a qualitative approach with data collection methods of interviews, observation, and documentation, the data were analyzed descriptively and reflectively. The findings show that the Jember Religious Court is ready to implement Law No. 3 of 2006. This readiness is evidenced by the judges' participation in various training sessions and workshops on sharia business organized by the Supreme Court and the East Java High Religious Court, as well as learning from other courts that have handled similar disputes. Although no positive substantive law specifically regulates sharia economic disputes, judges utilize judicial freedom based on Law No. 4 of 2004. The main obstacle is external: the lack of willingness from sharia economic institutions to resolve their disputes at the Religious Court. It is recommended to increase socialization to sharia economic institutions and accelerate the formulation of substantive law. Pembaruan hukum melalui UU No. 3 Tahun 2006 memperluas kewenangan absolut Peradilan Agama ke bidang ekonomi syariah, yang sebelumnya tidak diatur dalam UU No. 7 Tahun 1989. Perubahan ini menuntut kesiapan institusional, khususnya dari sisi sumber daya manusia dan pemahaman hakim terhadap sengketa ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan Pengadilan Agama Jember dalam mengimplementasikan undang-undang tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, data dianalisis secara deskriptif reflektif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pengadilan Agama Jember telah siap melaksanakan UU No. 3 Tahun 2006. Kesiapan ini dibuktikan dengan partisipasi hakim dalam berbagai pelatihan dan workshop bisnis syariah yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur, serta belajar dari pengadilan lain yang telah menangani sengketa serupa. Meskipun belum ada hukum materiil positif yang secara khusus mengatur sengketa ekonomi syariah, hakim menggunakan kebebasan kehakiman berdasarkan UU No. 4 Tahun 2004. Kendala utama bersifat eksternal, yaitu minimnya iktikad lembaga ekonomi syariah menyelesaikan sengketa di Pengadilan Agama. Disarankan peningkatan sosialisasi kepada lembaga ekonomi syariah dan percepatan penyusunan hukum materiil.
Pengaruh Pemberdayaan Masyarakat Miskin melalui Dana Zakat: Telaah Dampak Pemberdayaan oleh Lembaga Amil Zakat: The Impact of Empowering Impoverished Communities through Zakat Funds: An Examination of Empowerment Outcomes by Zakat Management Institutions Mahmudah Mahmudah
Fenomena Vol 8 No 2 (2009): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v8i2.453

Abstract

Poverty remains a critical issue affecting economic, social, and religious life, yet community-based solutions such as zakat management offer significant potential for alleviation. This study examines the empowerment programs designed by LAZ AZKA Al-Baitul Amin for poor zakat recipients and assesses their actual impact on community welfare. Using a qualitative research approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation, the study analyzes program designs and recipient outcomes. The findings reveal that most programs are incidental rather than sustainable, such as school supplies and disaster relief, while only a few, like educational scholarships and microcredit, involve ongoing assistance. Despite providing short-term economic relief, these programs have not yet achieved true empowerment, as recipients remain only at the level of basic needs fulfillment. The study concludes that zakat institutions must prioritize long-term, sustainable programs with mentoring and capacity building. Recommendations include selective targeting, continuous monitoring, and a shift from populist charity to structured empowerment strategies. Kemiskinan masih menjadi isu krusial yang mempengaruhi kehidupan ekonomi, sosial, dan keagamaan, namun solusi berbasis masyarakat seperti pengelolaan zakat menawarkan potensi besar untuk penanggulangannya. Penelitian ini mengkaji program pemberdayaan yang dirancang oleh LAZ AZKA Al-Baitul Amin bagi masyarakat miskin penerima dana zakat serta menilai dampak aktualnya terhadap kesejahteraan masyarakat. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menganalisis desain program dan hasil yang diterima penerima. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar program bersifat insidental, seperti bantuan perlengkapan sekolah dan bencana alam, sementara hanya sedikit program seperti beasiswa dan kredit mikro yang berkelanjutan dengan pendampingan. Meskipun memberikan bantuan ekonomi jangka pendek, program-program tersebut belum mencapai pemberdayaan sejati karena penerima hanya berada pada tingkat pemenuhan kebutuhan dasar. Penelitian menyimpulkan bahwa lembaga zakat harus memprioritaskan program berkelanjutan dengan pendampingan dan pengembangan kapasitas. Rekomendasi meliputi penargetan selektif, pemantauan berkelanjutan, dan pergeseran dari amal populis menuju strategi pemberdayaan terstruktur.
Pemasaran Produk di LAZ Yatim Mandiri Cabang Jember: Product Marketing at LAZ Yatim Mandiri Jember Branch Mahmudah Mahmudah
Fenomena Vol 10 No 2 (2011): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v10i2.506

Abstract

The strategy of collecting, managing, and distributing zakat funds is something that needs to be considered by zakat managers as the administrators of zakat institutions (LAZ). The right choice of strategy will affect the optimization of significant results for LAZ management. These significant results will ultimately influence the trust-building of muzakki (zakat payers) in channeling zakat funds. This research is a field study with a qualitative approach to reveal the marketing strategy of LAZ Yatim Mandiri Jember Branch in promoting its service products to the public. The results show that LAZ Yatim Mandiri Jember Branch employs a marketing strategy aligned with the marketing mix theory. The use of this marketing strategy is an instruction from the central office, provided in the form of general guidelines derived from annual meetings. However, the Jember Branch has the authority to improvise based on the local needs of the Jember community and its surroundings. This strategy has proven effective in increasing donation results annually. Strategi pengumpulan, pengelolaan, dan pendistribusian dana zakat merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh amil zakat sebagai pengelola lembaga amil zakat (LAZ). Pemilihan strategi yang tepat akan memengaruhi optimalisasi hasil yang signifikan bagi pengelolaan LAZ. Hasil yang signifikan tersebut pada akhirnya akan memengaruhi pembangunan kepercayaan muzakki dalam menyalurkan dana zakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif untuk mengungkap strategi LAZ Yatim Mandiri cabang Jember dalam memasarkan produk jasanya kepada masyarakat. Hasil penelitian menjelaskan bahwa LAZ Yatim Mandiri cabang Jember menggunakan strategi pemasaran yang selaras dengan teori strategi bauran pemasaran (marketing mix). Penggunaan strategi pemasaran tersebut merupakan instruksi dari kantor pusat yang diberikan dalam bentuk pedoman umum hasil rapat tahunan. Namun, LAZ Yatim Mandiri cabang Jember memiliki kewenangan untuk melakukan improvisasi berdasarkan kebutuhan lokal masyarakat Jember dan sekitarnya. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan hasil donasi setiap tahunnya.