Supriyanto Supriyanto
Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Satelit Kelas II Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Media dan Etnisitas Tionghoa: Studi Resepsi tentang Program Siaran Mandarin di Radio FM Surabaya: Media and Chinese Ethnicity: A Reception Study of Mandarin Broadcast Programs on FM Radio in Surabaya Supriyanto Supriyanto; Totok Wahyu Abadi
Fenomena Vol 8 No 1 (2009): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v8i1.445

Abstract

In the post-reform era, Mandarin radio broadcasts by private stations in Surabaya represent the resurgence of Chinese ethnic identity previously suppressed, yet they trigger diverse receptions within a multicultural society. Employing Stuart Hall's reception theory and the concept of mindfulness in intercultural communication, this study aims to describe audience reception of Chinese ethnic identity in the Strato Mandarin program on Strato FM Surabaya. Using a descriptive qualitative method with Jensen's reception analysis, data were collected through in-depth interviews with active listeners. The findings reveal that the Mandarin broadcast constructs a homogenization of Chinese ethnic identity while raising awareness of Mandarin's importance as a global business tool. The reception among Surabaya's public tends to be positive and mindful, enriching Indonesia's multicultural heritage. This positive acceptance indicates low ego involvement among the audience, minimizing rejection ranges. It is recommended that media continue to proportionally provide space for ethnic minority cultural representation as part of multicultural education and global competitiveness enhancement. Pascareformasi, siaran berbahasa Mandarin di radio swasta Surabaya merepresentasikan kebangkitan identitas etnis Tionghoa yang sebelumnya dikekang, namun memicu resepsi beragam di masyarakat multikultural. Menggunakan teori resepsi Stuart Hall dan konsep mindfulness dalam komunikasi antarbudaya, penelitian ini bertujuan memaparkan penerimaan audiens terhadap identitas etnis Tionghoa dalam program Strato Mandarin di Radio Strato FM Surabaya. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis resepsi Jensen, data dikumpulkan via wawancara mendalam terhadap pendengar aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Mandarin dalam siaran tersebut mengkonstruksi homogenisasi identitas etnis Tionghoa sekaligus menyadarkan pentingnya bahasa tersebut sebagai modal bisnis global. Penerimaan masyarakat Surabaya cenderung positif dan mindful, yang justru memperkaya khazanah budaya Indonesia yang multikultural. Keberterimaan positif ini mengindikasikan rendahnya keterlibatan ego audiens, sehingga memperkecil rentang penolakan. Direkomendasikan agar media terus menyediakan ruang bagi representasi budaya etnis minoritas secara proporsional sebagai bagian dari pendidikan multikultural dan penguatan daya saing global.