Mahrus Mahrus
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif Islam: Early Childhood Education in Islamic Perspective Mahrus Mahrus
Fenomena Vol 11 No 2 (2012): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v11i2.525

Abstract

Education is a continuing process of the students’ body and soul development. A teacher needs to understand the children’s development to achieve educational purposes optimally. Islam divides children's development into two periods: the prenatal period and the after-natal period. This research focuses on the after-natal period, with the results being descriptive data analyzed using a qualitative approach. The findings indicate that human beings possess a fitrah (innate nature) that needs to be developed, including the fitrah of faith in Allah, the willingness to accept goodness and education, curiosity about the truth, biological desires in the form of syahwat and ghadlab (instinct), and other potentials inherent in every individual. Pendidikan merupakan proses berkelanjutan dalam pengembangan jasmani dan rohani anak didik. Seorang pendidik perlu memahami perkembangan anak agar dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Islam membagi periode perkembangan anak menjadi dua, yaitu periode sebelum kelahiran (prenatal) dan setelah kelahiran (after-natal). Penelitian ini berfokus pada periode setelah kelahiran dengan hasil berupa data deskriptif yang dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia memiliki fitrah yang perlu dikembangkan, meliputi fitrah keimanan kepada Allah, kesediaan menerima kebaikan dan pendidikan, rasa ingin tahu terhadap kebenaran, dorongan biologis berupa syahwat dan ghadlab (insting), serta potensi lain yang dimiliki setiap manusia.
Problematika Buruh Perempuan (Studi atas Strategi Survive Perempuan sebagai Buruh Kebun PTP XII Desa Sempol Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso): Problems of Female Laborers (A Study on Survival Strategies of Women as Plantation Workers at PTP XII in Sempol Village, Sempol District, Bondowoso Regency) Mahrus Mahrus
Fenomena Vol 12 No 2 (2013): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v12i2.543

Abstract

A complex poverty problem requires global and coordinated attention from all components. It is connected with the poverty issues of society, especially the people of Sempol, whose income mostly comes from working in the coffee and strawberry fields of PTP XII. The method used in this research not only describes poor women but also aims to uncover the meaning behind poverty. This research employs a qualitative method conversed with the symbolism paradigm. The study concludes that the majority of women in Sempol Village have a dual role as workers and housewives responsible for household chores and child-rearing. Being a dual-role woman is not easy. Several problems arise and must be faced by these women. The efforts they make while working outside as plantation workers at PTPN XII to address childcare issues include utilizing their limited time to provide guidance and advice as much as possible. To care for their children, they are assisted by school teachers in the morning and religious teachers in the afternoon. Furthermore, some women also rely on siblings or other relatives to take care of their children. Masalah kemiskinan yang kompleks membutuhkan perhatian global dan terkoordinasi dari semua komponen. Hal ini terkait dengan masalah kemiskinan masyarakat, terutama masyarakat Sempol yang sebagian besar pendapatannya berasal dari pekerjaan di kebun kopi dan stroberi PTP XII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan perempuan miskin, tetapi juga ingin mengungkap makna di balik kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berparadigma simbolisme. Dari penelitian disimpulkan bahwa mayoritas perempuan di Desa Sempol memiliki peran ganda, yaitu sebagai pekerja dan ibu rumah tangga yang bertanggung jawab atas rumah tangga dan pengasuhan anak. Menjadi perempuan berperan ganda bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa masalah yang muncul dan harus dihadapi oleh perempuan tersebut. Upaya yang mereka lakukan saat bekerja di luar sebagai buruh kebun di PTPN XII dalam menghadapi masalah pengasuhan anak adalah dengan memanfaatkan waktu terbatas mereka untuk memberikan bimbingan dan nasihat sebisa mungkin. Untuk mengurus anak-anak mereka, mereka dibantu oleh guru sekolah di pagi hari dan guru agama di sore hari. Selain itu, sebagian perempuan juga memanfaatkan saudara atau kerabat lainnya untuk mengurus anak-anak mereka.