Jusmer Sihotang
Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Angkatan Kerja, Dan Inflasi Terhadap PDRB Per Kapita di Provinsi Sumatera Hendra Sinambela; Martin Luter Purba; Jusmer Sihotang
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), angkatan kerja, dan inflasi terhadap PDRB per kapita di Provinsi Sumatera Utara periode 2010–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran faktor ketenagakerjaan dan stabilitas harga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) berbasis data time series. Pengujian asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan autokorelasi untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat Pengangguran Terbuka berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB per kapita, yang berarti peningkatan pengangguran akan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat; (2) angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB per kapita, yang menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tenaga kerja mampu mendorong pertumbuhan ekonomi; dan (3) inflasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap PDRB per kapita. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,887 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan 88,7% variasi PDRB per kapita. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor ketenagakerjaan memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan inflasi dalam memengaruhi kinerja ekonomi daerah. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah daerah perlu difokuskan pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.